Sejumlah Menteri Dorong PMII Perkuat Kontribusi untuk Bangsa

Sejumlah Menteri Dorong PMII Perkuat Kontribusi untuk Bangsa

Nasional | okezone | Senin, 20 April 2026 - 14:53
share

JAKARTA — Sejumlah pejabat menghadiri Halal Bihalal Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII). Di antaranya, menteri di Kabinet Merah Putih.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan PMII melahirkan banyak tokoh strategis di berbagai sektor, bukan hanya di politik, tetapi juga di birokrasi hingga akademisi. Ia pun menekankan kekuatan yang dimiliki mesti dikelola secara serius untuk menjawab tantangan bangsa, terutama isu pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Cak Imin menambahkan, orientasi pengabdian harus ditanamkan dalam setiap posisi yang diemban kader PMII dan tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“PMII harus terus naik kelas, tidak hanya kuat secara jaringan, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan rakyat,” kata Cak Imin dalam keterangannya.

Halal Bihalal yang digelar dalam rangkaian Refleksi Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66, Minggu 19 April 2026, juga dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ia pun menyoroti peran strategis Islam Indonesia di kancah global.

Menurut Nasaruddin, karakter moderat yang dimiliki umat Islam Indonesia sejatinya merupakan kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Ia juga menekankan bahwa alumni PMII memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai keislaman yang inklusif sekaligus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, pemikiran, dan sosial keagamaan.

“Indonesia memiliki posisi penting dalam peradaban global. Nilai-nilai Islam yang moderat harus terus dijaga dan disebarkan, dan alumni PMII punya peran besar di dalamnya,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengungkapkan konsolidasi kekuatan organisasi sangat penting dalam menjawab tantangan masa depan, terutama yang menyangkut isu strategis seperti akses terhadap sumber daya dan keadilan agraria.

PMII, menurutnya, harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Nusron pun mendorong para alumni agar memperkuat kolaborasi lintas sektor sehingga mampu menghadirkan dampak yang lebih luas.

“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya kekuatan individu, tetapi kekuatan kolektif yang terorganisasi dengan baik. PMII harus menjadi bagian dari solusi bangsa,” ujarnya.

Ditambahkan Ketua Panitia Basnang Said, Halal Bihalal menjadi ruang memperkuat jejaring alumni sekaligus mempertegas arah gerakan ke depan. “Halal Bihalal ini menjadi momentum untuk menyambung kembali silaturahmi, merawat solidaritas, sekaligus memperkuat kontribusi nyata alumni PMII bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Topik Menarik