KPK Sita Rp5,19 Miliar Hasil OTT 2 Safe House Pejabat Bea Cukai

KPK Sita Rp5,19 Miliar Hasil OTT 2 Safe House Pejabat Bea Cukai

Nasional | sindonews | Jum'at, 27 Februari 2026 - 16:15
share

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan perkembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Dalam kasus ini KPK telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka.

Dalam proses penyelidikan, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan sejak November 2024 pegawai Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea dan Cukai berinisial SA diduga menerima dan mengelola uang dari para pengusaha yang produknya dikenai cukai dan para importir. SA menjalani hal tersebut atas perintah pejabat DJBC.

Baca juga: KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap Importasi Barang di Bea Cukai

"Atas perintah BBP selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC dan SIS selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) yang sebelumnya sudah ditetapkan tersangka," ujar Asep, Jumat (27/2/2026).

Uang yang dikumpulkan dan dikelola SA kemudian disimpan di apartemen sebagai safe house yang telah disewa sejak pertengahan tahun 2024 atas arahan langsung BBP dan SIS.

"Uang tersebut diduga berasal dari dugaan tindak pidana korupsi terkait pengaturan jalur masuk importasi barang (kepabeanan) dan pengurusan cukai. Uang yang dikumpulkan dan kelola SA diduga digunakan sebagai dana operasional sejak SIS menjabat Kasubdit Intelijen," katanya.Awal Februari 2026, BBP memerintahkan SA untuk membersihkan safe house yang berlokasi di Jakarta Pusat. Mendapatkan perintah tersebut, SA memindahkan uang tersebut ke safe house lainnya atau apartemen di Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

"Penyidik kemudian menggeledah dua lokasi safe house dimaksud. Penyidik menemukan uang tunai dalam berbagai mata uang asing dan rupiah dengan total lebih dari Rp5,19 miliar yang disimpan dalam 5 koper," ujar Asep.

Dalam konferensi pers, KPK turut menampilkan uang hasil sitaan tersebut. Mayoritas uang yang disita yakni pecahan rupiah nominal Rp100 ribu.

Topik Menarik