Megawati Hangestri Pertiwi, Bintang Baru Voli Putri Indonesia
Di usia yang sangat belia, yakni 17 tahun, Megawati Hangestri Pertiwi sudah mendapat panggilan timnas Indonesia. Kini, pemain yang sempat jadi rebutan klub voli Surabaya Bank Jatim dan Gresik Petrokimia itu, punya mimpi untuk meniti karir di Eropa.
RIZKA PERDANA PUTRA, Gresik
Megawati Hangestri masih berusia 11 tahun ketika pertama kali memilih terjun di dunia bola voli. Tapi, hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun, atlet kelahiran Jember, 20 September 1999 itu berhasil mencuri perhatian. Dia terpilih ke dalam skuad Jatim di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2013 Kalimantan Timur.
Meski belum keluar sebagai juara, tapi penampilan apik Mega di ajang tersebut mampu menarik minat dua tim voli putri besar dari Jawa Timur, Surabaya Bank Jatim dan juga Gresik Petrokimia. Aku sempat dikasih pilihan masuk Bank Jatim, sama Petro juga, kata Megawati di sela-sela kompetisi Proliga 2023 di GOR Tri Dharma, Gresik, Sabtu (4/2) pekan lalu.
Sebuah pilihan yang gampang-gampang susah bagi Mega. Sebab, dua tim tersebut sama-sama punya program pembinaan cukup baik di Jatim. Namun, mengikuti kata hati, Mega akhirnya memilih Bank Jatim. Hati ini kan nggak semua orang tahu, mungkin rezeki setiap orang beda-beda, tapi aku pilihannya Bank Jatim, kata Mega.
Pilihan menerima tawaran Bank Jatim itu diambil tanpa campur tangan siapapun. Termasuk sang ayah tercinta, Maksum. Ayah bilang semua aku yang pilih, terserah, karena kalau masalah voli orang tua sudah nggak ikut-ikut, karena itu urusan pengurus, pelatih dan aku, beber Mega.
Tapi, awal karir Mega di Bank Jatim sebenarnya tidak dilalui dengan mulus. Pertama, dia harus beradaptasi dengan suasana baru jauh dari orang tua. Kedua, dia juga sempat down karena bermasalah dengan bahu. Padahal, kekuatan spike yang bertumpu pada bahu merupakan salah satu keahlian Mega ketika beraksi di dalam lapangan. Sakit bahu rasanya seperti nggak bisa voli lagi, patah semangat nggak bisa smash, cerita Mega.
Namun, di tengah kondisi mental menurun seperti itu, Mega punya satu cara untuk selalu menguatkan diri. Yaitu mengingat tujuan awalnya merantau dari Jember menuju Surabaya: demi membahagiakan kedua orang tua.
Heboh Bayi 1 Bulan Diajak Mandi Bola ke Playground, Netizen: Pentingnya Jadi Ibu yang Berilmu!
Orang tua berharap aku jadi lebih-lebih lagi. Kalau aku ingat-ingat, misal terpuruk, pasti orang tua yang aku pikirin, jadi aku ada orang tua kenapa aku harus nggak semangat, kata Mega sambil berusaha menahan air mata ketika bercerita soal orang tuanya.
Nah, usaha, tekad, dan kesabaran itu perlahan membuahkan hasil. Mega, mendapat panggilan timnas Indonesia di usia yang sangat belia, yaitu 17 tahun. Bukan hanya pelapis, dia langsung mendapat kepercayaan Risco Herlambang -pelatih timnas voli putri saat itu- untuk menjadi salah satu pemain andalan timnas Indonesia di ajang SEA Games Malaysia 2017. Mega menjadi salah satu penyumbang poin terbanyak bersama Aprilia Manganang.
Setelah itu, sederet prestasi berhasil diraih Mega. Atlet berpostur 183 cm itu turut mengantarkan Bank Jatim, klub yang ia bela sejak usia 14 tahun, juara Livoli selama empat musim beruntun (2017, 2018, 2019 dan 2022). Di penyelenggaraan terakhir, dia menyabet gelar individu tertinggi: Pemain Masa Depan Livoli 2022. Selain itu, di tahun yang sama Mega menyabet penghargaan individu Best Server Proliga 2022 ketika membela Jakarta Pertamina Fastron.
Penampilan apiknya di dalam negeri membuat tawaran dari luar mengalir. Pada tahun 2021 pemain berpostur 196 cm itu bergabung dengan klub Thailand, Supreme Chonburi-E Tech. Mega juga sempat bermain di klub Vietnam, Ha Phu Thanh Hoa setelah kompetisi Proliga tahun 2022 selesai.
Salah satu legenda voli nasional, Loudry Maspaitella pun menyebut Mega sebagai opposite (posisi menyerang dalam voli) terbaik di Indonesia -dan bahkan Asia Tenggara- saat ini. Buktinya, menurut Loudry, adalah tawaran untuk bermain di Thailand, salah satu negara di Asia yang punya kompetisi voli putri berkualitas. Kalau Thailand saja kontrak Mega, artinya kapasitas dia sudah mencapai Asia dong, ujarnya.
Namun, satu hal yang membuat Mega spesial, lanjut Loudry, bukan hanya skill di dalam lapangan, tetapi juga karakter ketika di luar lapangan. Kebetulan, Loudry cukup mengetahui Mega karena pernah menjadi manajer timnas voli Indonesia di ajang SEA Games 2021, Hanoi, Vietnam.
Aku simpatik dengan pemain bukan hanya yang teknisnya baik tapi karakternya juga baik. Seorang Mega punya itu, perilaku baik, komunikasi baik, anaknya rendah hati, itu yang membuat aku (berpikir, Red): wah ini memang calon bintang voli Indonesia. Kebintangannya tidak hanya di dalam lapangan tetapi di luar juga, kata Loudry kepada Jawa Pos.
Kini, Mega masih terus berusaha meningkatkan karirnya. Setelah Vietnam dan Thailand, dia masih punya mimpi untuk bermain di Eropa. Kalau bisa ke Turki, disana pemain bagus-bagus dan lebih tinggi, ada tantangan lebih karena aku dari Indonesia, kata Mega. Sekalian jalan-jalan juga, imbuhnya. Lalu, apakah sebenarnya sudah ada komunikasi dengan klub di Turki? Kalau itu masih rahasia hehehe, tandasnya.










