Israel Lancarkan Serangan Semalaman di Gaza, Tewaskan Setidaknya 3 Warga Palestina

Israel Lancarkan Serangan Semalaman di Gaza, Tewaskan Setidaknya 3 Warga Palestina

Berita Utama | okezone | Minggu, 11 Januari 2026 - 16:57
share

JAKARTA - Tiga warga Palestina tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza, dalam pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas, menurut sumber medis.

 

Menurut keterangan beberapa sumber yang dikutip Al Jazeera, wilayah yang menjadi sasaran serangan Israel semalam hingga Minggu (11/1/2026) termasuk Rafah dan Khan Younis di Gaza selatan, lingkungan Zeitoun di tenggara Kota Gaza, serta berbagai lingkungan lain di seluruh wilayah yang terkepung tersebut, seiring dengan berlanjutnya perang genosida Israel tanpa henti.

Dalam satu serangan, sebuah quadcopter Israel menewaskan seorang pria Palestina yang sedang dibawa ke rumah sakit di Khan Younis, Gaza selatan, menurut sumber medis kepada Al Jazeera.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa dua pria tewas akibat tembakan militer Israel di sebelah timur Zeitoun.

Secara terpisah, tentara Israel melaporkan pada Sabtu (10/1/2026) bahwa pasukannya telah membunuh tiga warga Palestina di lingkungan Gaza selatan dan utara, mengklaim bahwa mereka menimbulkan ancaman bagi pasukan Israel, dengan salah satunya secara khusus mencuri peralatan militer.

 

Belum jelas apakah kematian tersebut disebabkan oleh insiden yang sama yang dilaporkan oleh sumber-sumber Gaza.

Sementara itu, seorang bayi Palestina berusia tujuh hari meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem pada Sabtu, seiring dengan blokade Israel terhadap kebutuhan pokok yang memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Bayi Mahmoud al-Aqraa meninggal di Deir el-Balah, Gaza tengah, di tengah penurunan suhu yang cepat, menurut sumber medis.

Warga Palestina yang tinggal di tenda-tenda darurat hanya memiliki sedikit perlindungan dari angin kencang dan hujan, karena sebagian besar tempat berlindung terbuat dari kanvas tipis dan lembaran plastik.

Israel terus memblokir atau membatasi jumlah kebutuhan vital yang masuk ke wilayah tersebut, seperti tenda, rumah mobil, atau bahan untuk memperbaiki tenda. Tindakan ini melanggar gencatan senjata yang disepakati dengan Hamas pada Oktober, serta kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional sebagai kekuatan pendudukan di Jalur Gaza.

 

Suhu malam di Gaza telah turun hingga serendah 9 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah pernyataan, Pertahanan Sipil Gaza memperingatkan akan adanya "bencana" akibat "sistem tekanan rendah yang menyebabkan kerusakan serius pada tempat-tempat penampungan sementara, dan ribuan tenda rusak total".

Mereka juga mendesak warga untuk mengamankan tenda mereka agar tidak tertiup angin, mengingat rumah mobil tidak diizinkan masuk.

“Apa yang terjadi bukanlah krisis cuaca, tetapi akibat langsung dari pencegahan masuknya bahan bangunan dan terganggunya rekonstruksi, karena orang-orang tinggal di tenda-tenda yang robek dan rumah-rumah yang retak tanpa keamanan atau martabat,” kata Juru Bicara Pertahanan Sipil Mahmoud Basal.

 

Hampir 80 persen bangunan di Gaza telah hancur atau rusak oleh Israel selama perang genosida yang berlangsung lebih dari dua tahun melawan Palestina di wilayah tersebut, menurut PBB, yang menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Topik Menarik