Loading...
Loading…
Kilang Balongan Sebut Nyala Api dan Suara Keras Saat Start Up, Normal

Kilang Balongan Sebut Nyala Api dan Suara Keras Saat Start Up, Normal

Nasional | republika | Minggu, 08 Mei 2022 - 13:50

INDRAMAYU -- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan, Kabupaten Indramayu, melaksanakan start up. Pengoperasian kilang dengan kapasitas teranyar 150 ribu barrel per har itu, dilakukan pasca-selesainya pelaksanaan turn around atau proyek perawatan kilang.

Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI Refinery Unit VI Balongan Imam Rismanto mengatakan, start up Kilang Pertamina RU VI Balongan dilakukan secara bertahap sejak akhir April 2022. Pada saat start up berlangsung, kata dia, maka akan ada kondisi dimana nyala api pada flare akan lebih besar dari biasanya disertai dengan suara yang juga lebih besar.

"Nyala api pada cerobong flare yang terlihat lebih besar itu merupakan kondisi normal ketika tahapan start up kilang dilakukan," ungkapnya dalam keterangannya yang diterima matapantura.republika.co.id, Ahad (8/5/2022).

Karena itu, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi ini. "Ini kondisi normal dan dilakukan dengan pengawasan aspek safety yang ketat, tegas Imam.

Dikatakan Imam, pengerjaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek pengembangan kilang, serta proyek pemeliharaan kilang Balongan, saat ini telah rampung. Karenanya, kata dia, kemudian dilakukan tahapan start up untuk mengetahui kehandalan kilang. Area kilang RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu. (Istimewa)

Baca Juga :
Pascainsiden, Kilang Pertamina Balongan sudah Kembali Beroperasi

Bakar gas sisa produksi

Imam menyampaikan, flare merupakan bagian peralatan kilang Balongan yang berfungsi membakar gas sisa proses produksi kilang. Hal ini (bakar gas sisa, red), kata dia, untuk menjaga kestabilan operasional kilang, sehingga bisa melindungi kilang minyak dari ancaman tekanan berlebihan.

Selain sebagai pengamanan, pembakaran gas flare bertujuan untuk meminimalisasi pencemaran lingkungan karena apabila gas yang dibuang ke udara tanpa dibakar terlebih dulu tentunya memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar, kata Imam.

Imam menjelaskan, pelaksanaan start up Kilang Balongan juga telah dikomunikasikan kepada para Kuwu di sekitar kilang Balongan. "Kita sudah sampaikan sebelumnya kepada para kuwu (kepala desa) terkait dengan strat up tersebu," ujarnya.

Sebelumnya, warga di sekitar area kilang merasa khawatir dengan nyala api dan suar keras yang berasal dari area kilang. Mereka masih trauma dengan kondisi kebakaran tangki kilang beberapa waktu lalu. n Agus Yulianto

Baca Juga :
Pertamina Kehilangan 400 Ribu Barel Akibat Kebakaran Kilang Balongan

Original Source

Topik Menarik