Rudal Houthi Incar Gedung Perusahaan Minyak Saudi Aramco, Beberapa Lantai Rusak

Rudal Houthi Incar Gedung Perusahaan Minyak Saudi Aramco, Beberapa Lantai Rusak

Terkini | inews | Senin, 9 November 2026 - 03:01
share

RIYADH, iNews.id - Serangan rudal kelompok Houthi Yaman yang menargetkan wilayah Arab Saudi berdampak pada gedung administrasi perusahaan minyak pemerintah, Aramco, di Kota Riyadh. Serpihan rudal yang jatuh menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan tersebut.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi insiden itu pada Minggu (8/11/2026). Meski gedung mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.

Seorang pejabat Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan, kerusakan terjadi akibat serpihan yang jatuh setelah pencegatan serangan rudal. Otoritas terkait langsung merespons kejadian tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Namun, hingga pengumuman tersebut disampaikan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah lantai yang mengalami kerusakan maupun nilai kerugian akibat insiden tersebut.

Saksi mata mengatakan kepada AFP, kerusakan terlihat di beberapa lantai gedung Aramco Tower yang berada di Pusat Bisnis King Fahd (KAFD), Riyadh.

Sejumlah jendela gedung pecah, sementara bagian fasad bangunan mengalami kerusakan. Beberapa lantai bahkan terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Namun, pemerintah Saudi tetap menyebut dampak insiden tersebut sebagai kerusakan ringan.

Empat Rudal Dicegat Sistem Pertahanan Udara Saudi

Insiden tersebut terjadi setelah koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman mengumumkan keberhasilan mencegat sejumlah rudal yang mengarah ke wilayah kerajaan.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki Al Maliki, menyatakan sistem pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah Riyadh.

Koalisi juga melaporkan pencegatan dua rudal jelajah yang mengarah ke Riyadh dan wilayah selatan Arab Saudi.

Ledakan keras terdengar di sejumlah bagian Riyadh pada Minggu pagi. Sebelumnya, otoritas pertahanan sipil Saudi juga mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi ancaman di kawasan tersebut. Peringatan itu kemudian dicabut setelah situasi dinyatakan terkendali.

Meski demikian, kelompok Houthi tidak langsung mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan yang menyebabkan kerusakan pada gedung Aramco tersebut.

Aramco Berkali-kali Jadi Target Serangan

Serangan terbaru ini menambah panjang daftar fasilitas strategis Arab Saudi yang menjadi sasaran dalam eskalasi konflik dengan Houthi.

Pada 14 Oktober, rudal balistik Houthi menghantam kantor pusat Aramco di Dhahran, wilayah timur Arab Saudi. Serangan tersebut merusak tiga lantai teratas gedung, termasuk sejumlah ruangan yang digunakan oleh CEO dan pejabat senior perusahaan.

Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Namun, insiden itu memperlihatkan ancaman terhadap infrastruktur energi Saudi semakin serius.

Eskalasi serangan rudal dan drone Houthi terhadap bandara, pelabuhan, serta fasilitas minyak Saudi meningkat sejak pertempuran kembali berkobar pada Juli 2026.

Pada 10 Oktober, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.

Konflik terbaru ini menandai runtuhnya gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022 dan berhasil meredakan konflik kedua pihak.

Arab Saudi memimpin koalisi militer negara-negara Arab pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional setelah kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa pada 2014.

Sejak pertempuran kembali meningkat, kedua pihak saling melancarkan serangan. Arab Saudi menggempur sejumlah sasaran Houthi di Yaman, sementara kelompok tersebut meningkatkan serangan terhadap wilayah dan infrastruktur strategis kerajaan.

PBB memperkirakan lebih dari 1.600 orang tewas dan lebih dari 300.000 lainnya mengungsi sejak pertempuran kembali berkobar.

Topik Menarik