Tembus 12 Juta per September, Kunjungan Wisman ke Indonesia Bakal Pecahkan Target 2026?

Tembus 12 Juta per September, Kunjungan Wisman ke Indonesia Bakal Pecahkan Target 2026?

Terkini | inews | Senin, 9 November 2026 - 00:35
share

JAKARTA, iNews.id - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menembus 12 juta orang sepanjang Januari-September 2026. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimistis jumlah tersebut terus meningkat hingga melampaui target 16 juta kunjungan pada akhir tahun.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tumbuh 5,01 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sepanjang Januari sampai dengan September, karena kita baru dapat data dari BPS, itu kita mengalami pertumbuhan 5,01 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia," ujarnya saat menghadiri acara NHI Family Fun Walk & Charity 2026 di Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).

Dia menyebut, jumlah kunjungan wisman selama sembilan bulan pertama 2026 telah mencapai lebih dari 12 juta. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatatkan pertumbuhan positif di atas 4.

"Jadi kita sudah mengantongi 12 juta lebih wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Kemudian wisatawan nusantara tumbuh di atas 4," ucapnya.

Menurut Ni Luh, peningkatan pergerakan wisatawan tidak terlepas dari banyaknya agenda hiburan dan konser berskala internasional yang digelar di Indonesia. Berbagai acara tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan asing maupun domestik.

Sejumlah konser musisi dunia turut menjadi magnet kunjungan wisatawan. Di antaranya penampilan rapper asal Amerika Serikat, Ye atau Kanye West, pada 24 Oktober 2026, serta konser band rock legendaris Guns N' Roses yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2026.

Selain itu, BTS juga masuk dalam daftar agenda hiburan yang diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan hingga akhir tahun.

"Kita optimistis bahwa di sisa bulan Oktober, November, Desember kalau kita lihat banyak event di Oktober kemarin ada Kanye, kemudian bulan November ini ada Guns N' Roses, kemudian nanti ada BTS, kami optimistis 16 juta itu pasti akan tercapai," katanya.

Dengan capaian lebih dari 12 juta kunjungan hingga September, pemerintah optimistis target tahunan sebesar 16 juta wisatawan mancanegara dapat tercapai. Bahkan, jumlah kunjungan diperkirakan berpotensi melampaui target tersebut.

"Di Januari sampai Desember, 16 juta target itu akan kita capai, optimistis mungkin lebih dari 16 juta," tuturnya.

Sebelumnya, konser Ye atau Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, turut mendatangkan puluhan ribu warga negara asing (WNA). Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkapkan, lonjakan kedatangan wisatawan asing mulai terlihat tiga hari sebelum konser.

Pada 21 Oktober 2026, tercatat sekitar 1.000 WNA tiba di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat menjadi 4.700 orang pada 22 Oktober dan mencapai puncaknya sebanyak 10.000 orang pada 23 Oktober 2026.

Sementara pada hari konser, jumlah pelintas asing masih tinggi dengan catatan mencapai 9.700 orang.

"Kami mencatat tren lonjakan pelintas asing, terutama di H-3 konser. Lonjakan kedatangan WNA tercatat sebanyak 1.000 orang pada 21 Oktober, 4.700 orang pada 22 Oktober, dan mencapai puncaknya pada 23 Oktober dengan 10.000 orang per hari," kata Hendarsam dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Dampak ekonomi dari penyelenggaraan konser internasional dan agenda olahraga juga dirasakan Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut konser Kanye West dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp625 miliar bagi Ibu Kota.

Pramono merinci, konser Kanye West menyumbang sekitar Rp450 miliar. Sementara Jakarta Running Festival 2026 memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp175 miliar.

"Ye kurang lebih Rp450 miliar, kemudian Jakarta Running Festival Rp175 miliar, kalau dijumlahkan kurang lebih Rp625 miliar," ujar Pramono di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Topik Menarik