Viral Pelecehan Seksual saat Sport Massage di GBK, Hamda DF Minta Maaf
JAKARTA, iNews.id - Hamda DF akhirnya buka suara setelah namanya menjadi sorotan menyusul viralnya pengakuan seorang perempuan yang mengaku mengalami pelecehan seksual saat menjalani sport massage di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Melalui unggahan di Threads, Hamda menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas persoalan yang telah terjadi. Dia mengakui kejadian tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan kekecewaan bagi sejumlah pihak.
"Dengan segenap kerendahan hati, saya Hamda DF ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas masalah yang sudah terjadi," tulis Hamda dalam pernyataannya, dikutip Jumat (6/11/2026).
Dia juga menyadari persoalan tersebut telah membawa dampak, baik bagi orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.
Hamda mengaku menyesali kejadian tersebut. Dia menyebut persoalan ini akan menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki diri, menjaga etika, serta lebih bertanggung jawab atas setiap tindakan pada masa mendatang.
"Saya sungguh menyesal atas apa yang sudah terjadi, saya akan menjadikan ini pelajaran penting untuk saya untuk memperbaiki diri, menjaga etika, bertanggung jawab dalam setiap tindakan ke depannya," katanya.
Di akhir pernyataannya, Hamda kembali menegaskan permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka tersebut.
Sebelumnya, akun Threads @litaambrsr ramai diperbincangkan setelah membagikan pengalaman dugaan pelecehan seksual saat menjalani sport massage pada 18 Oktober 2026 di kawasan GBK.
Perempuan tersebut mengaku awalnya membuat janji untuk menjalani pemijatan karena mengalami keluhan pada kaki dan punggung. Namun, dia merasa janggal ketika diminta melepas kaitan bra, terlebih treatment berlangsung di area terbuka.
Menurut pengakuannya, saat memijat bagian punggung dan pundak, terapis kemudian menyentuh area dada hingga meraba sisi payudaranya beberapa kali.
Dia mengaku sempat terkejut dan tidak nyaman, tetapi mengikuti arahan terapis karena menganggap orang tersebut lebih memahami prosedur pemijatan.
Terapis disebut sempat meminta maaf ketika sesi berlangsung dan kembali menyampaikan permintaan maaf setelah treatment selesai. Namun, perempuan tersebut mengaku sudah tidak fokus dan hanya ingin segera meninggalkan lokasi.









