Kapolri dan Dirjen Imigrasi Perkuat Pengawasan Buronan Internasional Lewat I-GHAS 24/7 

Kapolri dan Dirjen Imigrasi Perkuat Pengawasan Buronan Internasional Lewat I-GHAS 24/7 

Terkini | inews | Jum'at, 6 November 2026 - 09:57
share

JAKARTA, iNews.id - Polri dan Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan di pintu perlintasan Indonesia melalui pemanfaatan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7). Sistem ini memungkinkan petugas imigrasi melakukan verifikasi lebih cepat terhadap individu yang terindikasi masuk daftar buronan internasional di 196 negara anggota Interpol.

Aplikasi tersebut diluncurkan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Kehadiran I-GHAS 24/7 diharapkan mempercepat pertukaran informasi antara petugas imigrasi di perbatasan dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, sistem ini dapat membuat komunikasi dan pertukaran informasi di wilayah perlintasan menjadi lebih efektif.

"Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," ujar Hendarsam.

Dia menambahkan, pengawasan perbatasan membutuhkan dukungan teknologi yang akurat untuk mencegah ancaman kejahatan transnasional sejak dari pintu masuk Indonesia.

"Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," kata dia.

Peluncuran aplikasi tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divhubinter Polri Irjen Untung Widyamoko.

Melalui I-GHAS 24/7, petugas imigrasi di tempat pemeriksaan perlintasan dapat terhubung langsung dengan Divhubinter Polri. Koneksi ini ditujukan untuk membantu proses identifikasi dan penanganan buronan internasional maupun pelaku kejahatan lintas negara.

Kapolri Suyudi Ario Seto mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut penting untuk menghadapi kompleksitas kejahatan transnasional, mulai dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika.

"Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," kata Suyudi.

Ke depan, I-GHAS 24/7 direncanakan dikembangkan dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta integrasi data biometrik pada 2027.

Hendarsam mengatakan, pengembangan tersebut diharapkan memperkuat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tanpa mengabaikan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat.

“Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat,” ucap Hendarsam.

Topik Menarik