Tak Jadi Impor KRL Bekas Jepang, KAI Siap Beli 23 Trainset Baru

Tak Jadi Impor KRL Bekas Jepang, KAI Siap Beli 23 Trainset Baru

Terkini | inews | Jum'at, 6 November 2026 - 06:38
share

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengutamakan pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) baru untuk memenuhi kebutuhan armada Commuter Line di wilayah Jabodetabek. Hal ini dipastikan setelah pihaknya batal mengimpor rangkaian bekas dari Jepang. 

Sebelumnya, KAI berencana mengimpor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang mulai akhir 2026. Rencana tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan armada KRL Jabodetabek.

Pengadaan tambahan armada dibutuhkan seiring jumlah penumpang yang mencapai 1,1 juta orang per hari. Di sisi lain, sejumlah rangkaian KRL yang beroperasi telah berusia lebih dari 40 tahun sehingga perlu diremajakan.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan pengadaan kereta untuk masyarakat harus mengutamakan produk baru.

"Kita enggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat, harus yang baru," ujar Bobby kepada awak media usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Sebagai alternatif, KAI akan mengandalkan pemenuhan kebutuhan kereta baru dari industri dalam negeri. Salah satu pihak yang akan dilibatkan yakni PT Industri Kereta Api (INKA).

"Salah satunya nanti sebagian ke INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri," tuturnya.

Meski demikian, Bobby membuka peluang kerja sama antara PT INKA dan produsen kereta dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak asing tetap harus melibatkan industri nasional.

"Luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri," ucap Bobby.

Bobby mengungkapkan, KAI membutuhkan total 23 trainset baru. Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan trainset menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

"Kita akan percepat 2-3 tahun. 23 train set baru," tuturnya.

Topik Menarik