Advance Diploma MDIS Gibran Lebih Tinggi dari SMA? Ini Penjelasan Konsultan Pendidikan
JAKARTA, iNews.id - Konsultan pendidikan Monic Christian menilai kualifikasi Advance Diploma dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) yang dimiliki Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sulit disetarakan secara langsung dengan ijazah SMA di Indonesia. Meski demikian, jenjang SMA dinilai paling mendekati jika penyetaraan mengacu pada tingkatan pendidikan formal di Indonesia.
Pandangan tersebut disampaikan Monic dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'MA: Suket Gibran Batal, Apa Efeknya?' yang disiarkan melalui kanal YouTube Official iNews, Selasa (3/11/2026).
Monic menjelaskan, perbandingan kualifikasi pendidikan kedua negara tidak bisa dilakukan secara langsung karena memiliki struktur dan jalur pendidikan berbeda. Menurut dia, Advance Diploma justru memiliki materi pembelajaran yang lebih tinggi dibandingkan pendidikan SMA.
"Kalau ditanya apakah advance diploma itu setara dengan ijazah SMA, menurut saya advance diploma ini harusnya malah lebih tinggi dari ijazah SMA," ujar Monic.
Dia menjelaskan, Advance Diploma merupakan program pendidikan pra-perguruan tinggi atau pre-university. Di Singapura, siswa yang menyelesaikan O-Level pada tingkat kelas 10 memiliki beberapa pilihan untuk melanjutkan pendidikan, mulai dari A-Level atau Junior College, politeknik, hingga institusi pendidikan seperti MDIS.
Pada jenjang Advance Diploma, siswa sudah mempelajari materi dasar perkuliahan sesuai bidang yang dipilih. Misalnya, bidang bisnis mencakup pemasaran, keuangan, hingga akuntansi.
Materi tersebut menjadi bekal bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana melalui skema pengakuan kredit atau credit transfer. Dengan skema ini, lulusan tertentu dapat melanjutkan kuliah langsung ke tingkat dua universitas, bergantung pada kebijakan dan kerja sama institusi pendidikan.
"Anak-anak A-Level kalau masuk kuliah pun masuknya ke tingkat satu. Tapi anak-anak dari advance diploma bisa langsung naik ke tingkat dua universitas. Jadi secara alur pendidikan, ini sebenarnya sudah memberikan advantage dan durasi serta keunggulannya lebih tinggi dari SMA," katanya.
Monic kemudian mengibaratkan perbedaan jalur pendidikan tersebut seperti perjalanan menggunakan pesawat. Ada siswa yang menempuh penerbangan langsung atau direct flight, sementara lainnya harus melalui jalur transit.
Meski memiliki rute dan tahapan berbeda, kedua jalur tersebut dapat mengarah pada tujuan akhir yang sama, yakni memperoleh gelar sarjana.
Namun, ketika dikaitkan dengan administrasi penyetaraan ijazah di Indonesia yang menggunakan jenjang formal SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, Monic menilai SMA menjadi kategori yang paling mendekati Advance Diploma.
"Kalau ditanya yang paling mendekati itu apa? Apakah SMA? Ya, mungkin bisa dikatakan demikian karena ini sudah lebih tinggi dari SMP, tapi belum dapat ijazah S1," kata Monic.









