Terungkap! Ini Motif Pasutri Bunuh Bayi 20 Bulan di Toilet Pasar Kebayoran Lama
JAKARTA, iNews.id - Motif ekonomi melatarbelakangi pembunuhan bayi berusia 20 bulan oleh ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandungnya sendiri, JM (20). Keduanya diduga tega menghabisi nyawa anak tersebut karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan, kedua pelaku merupakan orang tua dari dua anak. Namun, mereka memilih anak yang paling kecil sebagai korban pembunuhan.
“Untuk pembunuhan itu, yang membunuh adalah kedua orang tuanya, ibu kandung dan ayah tiri. Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu,” kata Seala, dikutip Senin (2/11/2026).
Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (31/10/2026) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Seala menjelaskan, dari dua bersaudara tersebut, kedua pelaku memilih bayi berusia 20 bulan untuk dibunuh.
“Akhirnya dari dua bersaudara ini, yang paling kecillah dibunuh oleh kedua orang tuanya,” ujar Seala.
Sidang Ijazah Gibran, MK Panggil Atase Pendidikan KBRI Singapura hingga Kemendikdasmen Hari Ini
Setelah membunuh korban, kedua pelaku membawa jasad bayi tersebut menuju kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Mereka sempat memesan taksi daring, turun di Palmerah, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga menemukan lahan kosong.
Di lokasi itulah, keduanya menguburkan jasad korban menggunakan kantong plastik.
“Kedua orang tua itu atau pelaku memesan taksi online, turun di Palmerah, jalan sampai ke Benhil. Benhil, di kiri jalan itu ada lahan kosong. Nah, di situlah dua pelaku mengubur anaknya dengan menggunakan kantong kresek,” ungkapnya.
Polisi yang menerima informasi mengenai kejadian tersebut langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan kedua pelaku. Sementara itu, jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati.
“Kami berhasil amankan pria dan wanita tersebut. Saat ini diamankan di Polsek Kebayoran Lama,” tutup Seala.










