Trump Mungkin Serang Iran Habis-habisan jika Partai Republik Kalah Telak dalam Pemilu AS

Trump Mungkin Serang Iran Habis-habisan jika Partai Republik Kalah Telak dalam Pemilu AS

Terkini | inews | Minggu, 1 November 2026 - 00:07
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemungkinan akan menyetujui operasi militer besar-besaran terhadap Iran jika Partai Republik kalah telak dalam pemilu paruh waktu pekan depan, demikian laporan portal berita Axios, mengutip keterangan sumber pejabat AS.

"Jika dia (Trump) merasa dipermalukan atau kehilangan pengaruh, dia akan melakukan sesuatu yang berani," kata seorang sumber pejabat AS, kepada Axios, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Pejabat tersebut menambahkan, pesan itu juga telah disampaikan kepada para pejabat Iran. Mereka diberi tahu bahwa peluang terbaik untuk mencapai kesepakatan dengan AS adalah saat ini.

Namun, seorang pejabat Gedung Putih membantah anggapan bahwa hasil pemilu akan memengaruhi keputusan Trump terkait Iran. Dia menegaskan, hasil pemilu tidak akan menjadi pertimbangan Trump dalam menentukan kebijakan terhadap Teheran.

Laporan Axios muncul menjelang pemilu paruh waktu AS yang digelar pada 3 November. Dalam pemilu tersebut, Partai Republik berpotensi menghadapi tekanan politik jika kehilangan banyak kursi di Kongres.

Qatar Upayakan Pembicaraan AS-Iran

Di tengah meningkatnya ketegangan, mediator Qatar menghabiskan lebih dari 12 jam di Teheran pada Jumat untuk menghidupkan kembali pembicaraan langsung antara Washington dan Teheran.

Para mediator Qatar terus menjalin komunikasi dengan Gedung Putih selama berada di Iran. Seorang sumber diplomatik menggambarkan perkembangan pembicaraan berlangsung positif.

Diskusi berlanjut pada Sabtu di Doha, Qatar.

Seorang pejabat AS mengatakan perundingan sebelumnya terhenti akibat perbedaan tuntutan kedua negara. AS menginginkan konsesi terkait program nuklir Iran sebagai syarat untuk kembali ke meja perundingan.

Sebaliknya, Iran bersikeras AS harus lebih dulu mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, membebaskan dana Iran yang dibekukan, serta mengizinkan penjualan minyak negara tersebut.

Laporan Axios menyebut Qatar juga mendesak Iran mengizinkan inspektur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasuki lokasi-lokasi nuklir yang dibom. Sebagai imbalannya, Iran ditawari pelonggaran sanksi dalam jumlah terbatas.

Orang Dekat Trump Terbelah soal Iran

Laporan tersebut juga mengungkap perbedaan pandangan di lingkaran pemerintahan Trump mengenai langkah selanjutnya terhadap Iran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio disebut skeptis terhadap kesepakatan dengan Teheran. Keduanya cenderung mendukung langkah untuk semakin melemahkan kepemimpinan Iran.

Sebaliknya, Wakil Presiden JD Vance serta utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner mendukung dimulainya kembali perundingan.

Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan belum adanya kesepakatan di internal pemerintahan Trump mengenai pendekatan yang harus diambil terhadap Iran.

Topik Menarik