Puncak Arus Nataru 2026 Diprediksi Terjadi 4 Kali, Catat Tanggalnya!

Puncak Arus Nataru 2026 Diprediksi Terjadi 4 Kali, Catat Tanggalnya!

Terkini | inews | Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:30
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pergerakan masyarakat selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) mencapai puncak dalam empat periode berbeda. Puncak mobilitas diperkirakan terjadi pada 23-24 Desember, 27-28 Desember, 30-31 Desember 2026, serta 3-4 Januari 2027.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan, puncak pergerakan masyarakat menjelang Natal diprediksi berlangsung pada 23-24 Desember 2026. Sementara itu, arus setelah Natal diperkirakan mencapai puncaknya pada 27-28 Desember 2026.

"Puncak arus pergerakan orang pra Natal diprediksi jatuh pada tanggal 23-24 Desember 2026, sementara pasca-Natal diprediksi pada tanggal 27-28 Desember 2026," ujar Aan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Penyelenggaraan Masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di Kantor Kemenhub, Selasa (27/10/2026).

Adapun menjelang Tahun Baru 2027, puncak pergerakan masyarakat diperkirakan terjadi pada 30-31 Desember 2026. Sementara itu, arus setelah Tahun Baru diprediksi memuncak pada 3-4 Januari 2027.

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, pemerintah menyiapkan strategi pengaturan lalu lintas dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan agar perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Kemenhub Siapkan Ramp Check hingga Pemetaan Titik Rawan

Aan mengatakan, koordinasi dan komunikasi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadapi peningkatan pergerakan masyarakat selama periode Nataru. Kemenhub juga memperkuat kesiapan transportasi darat melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check, terutama terhadap bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus pariwisata.

Selain pemeriksaan kendaraan, pemerintah akan mengecek kesiapan pengemudi dan terminal. Pemetaan titik rawan kecelakaan serta kemacetan juga disiapkan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan.

Pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang turut menjadi bagian dari strategi pengendalian lalu lintas. Dalam pelaksanaannya, Kemenhub berkoordinasi dengan TNI, Korlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, pengelola jalan tol, dan pemerintah daerah.

Menurut Aan, lonjakan mobilitas berpotensi meningkatkan kepadatan di ruas jalan utama dan sejumlah kawasan dengan aktivitas tinggi. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.

"Kita perlu mengantisipasi lonjakan mobilitas yang berpotensi meningkatkan kepadatan pada ruas jalan utama, kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara. Harus dilakukan pemetaan titik rawan dan skema pengalihan arus dengan keselamatan menjadi prioritas utama," katanya.

Pemetaan titik rawan dan penyiapan skema pengalihan arus diharapkan membantu mengurai kepadatan selama masa angkutan Nataru. Kemenhub menegaskan, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas dalam persiapan menghadapi libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Topik Menarik