Bentrokan di Paris Prancis kembali Pecah! Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Bentrokan di Paris Prancis kembali Pecah! Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Terkini | inews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:50
share

PARIS, iNews.id - Lebih dari 100.000 orang menggelar demonstrasi di Paris, Prancis, pada Sabtu (24/10/2026), memprotes minimnya pendanaan pendidikan dan melonjaknya biaya hidup. Aksi yang menantang pemerintahan Presiden Emmanuel Macron itu berujung ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air.

Seperti dikutip dari AP, polisi Paris memperkirakan jumlah demonstran mencapai 110.000 orang. Massa tetap turun ke jalan meski otoritas membatasi lokasi aksi di pinggiran tenggara ibu kota agar tidak meluas ke pusat kota.

Kantor Kejaksaan Paris menyatakan 64 orang ditangkap terkait demonstrasi tersebut dan 40 di antaranya ditahan untuk pemeriksaan, termasuk enam anak di bawah umur. Sebagian besar penangkapan berkaitan dengan dugaan kepemilikan senjata atau keterlibatan dalam kelompok yang diduga mempersiapkan kekerasan dan perusakan properti.

Gelombang protes ini menjadi ujian bagi kepemimpinan Macron pada bulan-bulan terakhir masa jabatannya sebelum pemilihan presiden pada Mei mendatang.

Aksi yang awalnya muncul bulan lalu akibat kekurangan tenaga pengajar di sebuah sekolah menengah di tenggara Paris kini meluas menjadi gerakan nasional. Mahasiswa menuntut perbaikan kualitas pendidikan, sedangkan pekerja mempersoalkan upah dan tunjangan pensiun.

Sejumlah demonstran mengaku frustrasi dengan kondisi ekonomi dan sulitnya memperoleh pekerjaan. Camille Chesnier (27), yang memiliki gelar teknik dan magister, mengatakan dirinya masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

"Banyak sekali orang yang berada dalam situasi yang sama seperti saya, mereka tidak memiliki keistimewaan dan akhirnya hidup di jalanan atau menempati bangunan kosong secara ilegal. Sejujurnya, situasi ini sangat berat," katanya.

Macron telah bertemu dengan perwakilan siswa sekolah menengah pada Jumat. Para siswa menyebut Macron berjanji memperbaiki sistem penerimaan perguruan tinggi, tetapi mereka ingin aksi berlanjut sampai pemerintah mengumumkan langkah konkret.

Dampak kerusuhan pekan lalu turut memengaruhi aktivitas ekonomi dan pariwisata. Sejumlah pemilik toko memasang papan pelindung di depan tempat usaha mereka, sementara museum besar seperti Louvre, Orsay, Museum Picasso, dan Grand Palais ditutup pada Sabtu ini. Pameran seni Art Basel juga membatalkan rangkaian acara akhir pekan setelah hanya dibuka untuk umum pada Jumat.

Pada pekan sebelumnya, lebih dari 500.000 orang turun ke jalan dan sekitar 3.000 toko di seluruh Prancis dilaporkan rusak atau dijarah.

Topik Menarik