Ruben Onsu Minta Publik Berhenti Nyinyir usai Kembali Adopsi Anak Laki-Laki
JAKARTA, iNews.id - Ruben Onsu meminta publik berhenti melontarkan komentar miring dan menggiring opini negatif terkait keputusannya mengasuh seorang anak laki-laki yang ditelantarkan. Ruben menegaskan, niatnya merawat bayi tersebut berangkat dari rasa kemanusiaan, bukan untuk membangun citra positif di tengah persoalan hukum yang sedang dihadapinya.
Hal itu disampaikan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Dia menilai, keputusan Ruben mengasuh bayi tersebut dilakukan secara spontan tanpa motif tersembunyi seperti yang dituduhkan sejumlah warganet.
Menurut Minola, Ruben tergerak setelah melihat kondisi bayi yang ditelantarkan di dalam kardus dan tidak memiliki orang yang bersedia merawatnya. Rasa iba yang muncul saat itu mendorong Ruben menawarkan diri untuk mengasuh anak tersebut.
"Tidak ada pertimbangan! Ini juga satu hal yang salah. Pihak publik mencoba menggiring gitu, apa pertimbangannya. Nggak ada pertimbangan! Itu spontanitas," ujar Minola di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Minola menjelaskan, Ruben merasakan ikatan batin saat pertama kali melihat bayi tersebut. Kondisi anak yang memprihatinkan membuat Ruben tergerak untuk memberikan pengasuhan dan kehidupan yang lebih layak.
"Karena dia melihat ada anak yang kemudian ditelantarkan di kardus, dan kemudian dia lihat kondisinya sangat mengiba sekali. Tidak ada orang yang mau merawatnya, dan ketika dia melihat kok ada chemistry, ya kemudian dia menawarkan dirinya untuk merawat anak itu," katanya.
Minola juga membantah anggapan Ruben mengadopsi anak laki-laki demi pencitraan atau karena ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu. Dia menilai, spekulasi tersebut sudah terlalu jauh dan tidak sesuai dengan alasan Ruben mengambil keputusan tersebut.
"Jadi bukan karena pertimbangan ini supaya pencitraan, terus kemudian 'Oh, ini anak laki-laki ini akan dibesarkan karena dia laki-laki, bukan perempuan ini,' kan terlalu melebar kalau saya rasa," ucapnya.
Jadi Saksi Kasus Penganiayaan, Yusuf Kartiko Tak Melihat Betrand Peto Terlibat Perkelahian
Lebih lanjut, Minola menyayangkan sikap sejumlah warganet yang justru memandang negatif niat Ruben untuk membantu anak yang membutuhkan pengasuhan. Menurut dia, merawat anak telantar merupakan tindakan kemanusiaan yang tidak seharusnya menjadi bahan hujatan.
"Ini kan bukan satu hal yang jelek sebenarnya. Bukan suatu hal yang aib. Masa ada orang ingin mengasuh, menolong, merawat anak yang telantar terus itu dianggap sebagai suatu kejelekan? Ya kan ini berarti kita yang menilai itu jeleklah yang keliru pemikirannya," katanya.
Minola pun meminta masyarakat tidak terus-menerus mendramatisasi setiap tindakan Ruben dan menganggapnya sebagai sesuatu yang salah. Dia berharap publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan negatif atas keputusan kliennya mengasuh anak yang ditelantarkan.









