Mitos atau Fakta: Kopi Bisa Bikin Kulit Lebih Sehat?
JAKARTA - Kopi bukan hanya menjadi minuman andalan untuk mengusir kantuk pada pagi hari. Minuman ini juga mengandung senyawa antioksidan yang ternyata berperan menjaga kesehatan kulit.
Selama ini, banyak orang mengandalkan tabir surya atau sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun, muncul pertanyaan apakah minum kopi juga bisa bantu mengurangi dampak buruk sinar ultraviolet (UV) pada kulit.
Melansir The Standard, dokter spesialis gastroenterologi asal Jepang, Aki Kudo, menjelaskan bahwa kopi mengandung asam klorogenat (chlorogenic acid), yaitu senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Senyawa ini berpotensi melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski begitu, kopi bukan pengganti perawatan kulit dan perlindungan dari sinar matahari. Manfaatnya juga masih membutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Lalu, bagaimana cara mengonsumsi kopi agar manfaatnya bisa diperoleh secara optimal? Berikut penjelasannya.
1. Kopi Bantu Melindungi Kulit dari Sinar UV
Asam klorogenat dalam kopi memiliki sifat antioksidan yang berpotensi mengurangi stres oksidatif tersebut.
Sejumlah penelitian pada tingkat sel juga menemukan bahwa asam klorogenat mampu menghambat produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit. Temuan ini membuka peluang untuk meneliti manfaatnya dalam mengurangi pembentukan noda kulit.
2. Kopi Panas atau Dingin, Mana yang Lebih Baik?
Bagi pencinta kopi, pilihan antara kopi panas dan es kopi biasanya bergantung pada selera. Namun, Kudo merekomendasikan kopi panas untuk mendapatkan manfaat kesehatan dan kecantikan secara optimal.
Menurutnya, minuman panas dianggap lebih sesuai bagi orang yang sensitif terhadap suhu dingin. Meski demikian, belum ada bukti kuat bahwa kopi panas memberikan manfaat kecantikan yang lebih besar dibandingkan kopi dingin.
3. Pilih Kopi dengan Tingkat Sangrai Ringan
Tingkat sangrai atau roasting juga bisa memengaruhi kandungan senyawa dalam kopi. Kudo merekomendasikan kopi dengan tingkat sangrai ringan (light roast) karena kandungan asam klorogenat cenderung berkurang ketika biji kopi disangrai lebih gelap.
4. Tambahkan Susu Almond dan Jahe
Jadi Saksi Kasus Penganiayaan, Yusuf Kartiko Tak Melihat Betrand Peto Terlibat Perkelahian
Jika ingin mencoba variasi minuman kopi, susu almond dan jahe bisa menjadi pilihan tambahan. Susu almond mengandung vitamin E yang berperan sebagai antioksidan dan membantu melindungi sel dari kerusakan. Sementara itu, jahe mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi antioksidan dan antiperadangan.
Menurut Kudo, memadukan kopi hitam dengan susu almond dan sedikit jahe dapat menjadi salah satu pilihan minuman untuk mendukung pola hidup sehat. Namun, belum ada bukti klinis yang cukup memastikan bahwa kombinasi ketiga bahan tersebut memberikan manfaat kecantikan yang lebih besar dibandingkan jika dikonsumsi secara terpisah.
5. Jangan Minum Kopi Berlebihan
Meski mengandung antioksidan, kopi tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Kudo menyarankan konsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir kopi per hari. Namun, jumlah yang sesuai bisa berbeda pada setiap orang, bergantung pada sensitivitas terhadap kafein, kondisi kesehatan, serta kandungan kafein dalam setiap cangkir.
Kopi juga memiliki efek diuretik ringan, tetapi konsumsi dalam jumlah wajar umumnya tidak menyebabkan dehidrasi pada orang yang terbiasa meminumnya. Meski demikian, tetap cukupi kebutuhan cairan harian dengan minum air putih.
Jadi, menurut penelitian memang kandungan asam klorogenat mampu menghambat produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit adalah fakta. Namun, jangan berharap kopi saja bisa membuat kulit bebas noda atau kerutan.
Untuk menjaga kulit tetap sehat, kamu tetap perlu menggunakan sunscreen, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, dan menjalani pola hidup sehat.









