Kapan AS Akhiri Perang Lawan Iran? Ini Penjelasan Trump
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan alasan negaranya belum mengakhiri perang melawan Iran, meski mengeklaim telah mengalahkan Teheran secara militer dan finansial. Trump mengatakan, AS sebenarnya bisa menghentikan perang sekarang, tetapi ingin memastikan Iran benar-benar dilumpuhkan dalam jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berkampanye di South Carolina menjelang pemilu paruh waktu AS. Dia mengeklaim Washington telah unggul dari berbagai sisi dalam perang melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026.
“Kami mengalahkan mereka secara militer, finansial, dan lainnya,” kata Trump, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (23/10/2026).
Trump menegaskan, pemerintahannya ingin memastikan hasil operasi militer AS memberikan dampak jangka panjang sebelum memutuskan mengakhiri perang.
“Kita sebenarnya bisa pergi sekarang, tapi kami ingin memastikan bertahan untuk waktu yang lama,” katanya.
Pernyataan itu belum memberikan kepastian mengenai kapan AS akan benar-benar menghentikan operasi militernya. Trump tidak menyebutkan tanggal pasti berakhirnya perang, tetapi menekankan pentingnya memastikan Iran tidak kembali menjadi ancaman bagi Washington.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga membela keputusannya menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2018, saat menjalani masa jabatan pertamanya sebagai presiden.
JCPOA disepakati pada 2015, di masa pemerintahan Presiden Barack Obama, dengan melibatkan Iran dan sejumlah negara kekuatan dunia, termasuk AS, Inggris, Prancis, Rusia, China, serta Jerman. Kesepakatan tersebut dirancang untuk membatasi program nuklir Iran sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi ekonomi.
Trump menilai kesepakatan itu justru membuka jalan bagi Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Karena alasan tersebut, dia kembali menegaskan bahwa keputusannya keluar dari perjanjian tersebut merupakan langkah yang tepat.
“JCPOA adalah jalan menuju senjata nuklir bagi Iran. Saya mengakhirinya,” ujarnya.
Trump kemudian mengulangi penegasannya bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir. Dia juga memuji serangan militer AS terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran.
Pernyataan Trump memperlihatkan bahwa penghentian perang belum menjadi keputusan yang langsung diambil meskipun dia mengklaim AS telah unggul. Washington masih ingin memastikan tujuan militernya tercapai sebelum menarik diri dari konflik.
Namun, hingga pernyataan tersebut disampaikan, Trump belum mengumumkan jadwal pasti untuk mengakhiri perang. Nasib konflik AS-Iran pun masih bergantung pada keputusan pemerintah AS dan perkembangan situasi di lapangan.









