Pemprov Jakarta Pantau Penyerapan 12.000 Lowongan Kerja, Perusahaan Wajib Lapor Tiap Bulan
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jakarta mewajibkan perusahaan peserta Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 melaporkan perkembangan rekrutmen setiap bulan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan 12.000 lowongan kerja yang ditawarkan dalam bursa kerja tersebut benar-benar terisi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Jakarta, Syaripudin, mengatakan proses perekrutan membutuhkan waktu karena perusahaan harus menyesuaikan kualifikasi pelamar dengan kebutuhan jabatan yang tersedia.
Melalui laporan berkala, pemerintah dapat memantau jumlah tenaga kerja yang berhasil direkrut oleh setiap perusahaan. Dengan begitu, penyerapan lowongan kerja tidak hanya diukur dari banyaknya posisi yang dibuka saat bursa kerja berlangsung.
"Ini masih perlu waktu dari mulai rekrutmen hingga penyesuaian kualifikasi jabatan yang tersedia. Kami terus mewajibkan perusahaan untuk melaporkan kondisi ketenagakerjaannya setiap bulan. Dari situ kita bisa tahu berapa lowongan yang benar-benar terisi di setiap perusahaan di Jakarta," ujar Syaripudin di UKM Gallery, Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Syaripudin juga mengingatkan perusahaan agar memenuhi ketentuan terkait kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Kewajiban tersebut harus dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 dibuka langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 perusahaan dari berbagai sektor, termasuk badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan swasta.
Besarnya minat pencari kerja terlihat dari jumlah lamaran yang masuk melalui pendaftaran daring. Pramono menyebut, jumlah lamaran telah melampaui dua kali lipat kuota lowongan yang tersedia, meski pendaftaran baru dibuka pada hari pertama.
"Lowongan ada 12.000 dan saya berharap bisa terisi semuanya. Tadi saya sudah mendapatkan laporan, baru dibuka hari ini saja pendaftar melalui online sudah mencapai kurang lebih 28.484 lamaran, belum termasuk yang hadir langsung di lokasi," kata Pramono.
Tingginya jumlah pelamar menjadi tantangan tersendiri agar proses rekrutmen dapat menjangkau pencari kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pemerintah berharap seluruh posisi yang ditawarkan bisa terisi melalui proses seleksi tersebut.
Pramono mengatakan tingkat pengangguran di Jakarta menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, dia menilai penyediaan lapangan kerja masih perlu ditingkatkan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat.
Tingkat pengangguran yang sebelumnya berada di kisaran rata-rata 6 persen kini tercatat 5,79 persen.
Pemprov Jakarta berharap program bursa kerja dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja secara optimal.









