Inara Rusli Sebut Wardatina Mawa Sempat Tanyakan Konsekuensi Poligami

Inara Rusli Sebut Wardatina Mawa Sempat Tanyakan Konsekuensi Poligami

Gaya Hidup | inews | Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:24
share

JAKARTA, iNews.id - Inara Rusli mengungkap percakapan lamanya dengan Wardatina Mawa yang membahas kemungkinan poligami dengan Insanul Fahmi. Dalam pesan tersebut, Mawa disebut sempat menanyakan kesiapan Inara menjadi istri kedua sekaligus konsekuensi yang harus dihadapi.

Inara memperlihatkan tangkapan layar percakapan itu saat berada di Polda Metro Jaya, belum lama ini. Dia menyebut pesan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi atas tudingan yang menyebut dirinya menyindir kondisi kesehatan mental Mawa.

Dalam percakapan tersebut, Mawa disebut mempertanyakan kesediaan Inara menerima kekurangan Insanul apabila kelak menjadi istri kedua. Mawa juga menyinggung konsekuensi poligami, mulai dari berbagi cinta, waktu, dan perhatian hingga menghadapi kemungkinan kesulitan dalam rumah tangga.

"Kak maaf mau nanya satu hal lagi, sebelum memutuskan untuk kebaikan rumah tangga kami. Pertanyaannya, kalau kami wallahualam bakalan pisah, Kakak bakalan masuk di kehidupan kami dan siap menerima kekurangannya Saudara Fahmi?" ujar Inara membacakan pesan Mawa.

Mawa kemudian disebut menanyakan kesiapan Inara menghadapi kehidupan sebagai istri kedua, termasuk berbagai konsekuensi yang mungkin muncul setelah keputusan tersebut diambil.

"Atau kalau memang siap untuk jadi istri kedua, apakah Kakak siap untuk segala konsekuensinya bukan hanya berbagi cinta, tapi juga berbagi waktu, perhatian dan bahkan mungkin duka?" sambung Inara menirukan pesan tersebut.

Selain membahas kesiapan menjadi istri kedua, Inara juga mengungkap Mawa sempat mempertimbangkan untuk memberikan izin kepada Insanul berpoligami. Namun, dalam pesan itu, Mawa disebut masih perlu memantapkan hati sebelum mengambil keputusan.

Inara mengaku menyarankan Mawa berkonsultasi dengan psikolog karena khawatir terhadap kondisi psikisnya saat itu. Dia menegaskan saran tersebut bukan dimaksudkan untuk menyindir Mawa.

Inara menilai percakapan itu menunjukkan ketiganya telah mengetahui adanya pembahasan mengenai poligami. Dia mengaku memahami komitmen tersebut berdasarkan pengetahuan agama yang dipelajarinya melalui manhaj salaf bersama para gurunya.

Meski demikian, Inara mengakui pemahamannya mengenai aturan hukum negara saat itu masih terbatas. Dia mengira surat izin yang ditandatangani hanya bersifat administratif, sementara persetujuan secara lisan dianggap cukup berdasarkan pemahamannya.

Persoalan ini mencuat setelah Inara Rusli dan Insanul Fahmi mengaku telah menikah siri pada 7 Agustus 2025. Pernikahan tersebut menjadi sorotan karena Insanul masih berstatus sebagai suami sah Wardatina Mawa.

Pada November 2025, Mawa melaporkan Inara dan Insanul ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana perzinaan. Sementara itu, Inara menyatakan dirinya tidak mengetahui status pernikahan Insanul yang sebenarnya saat hubungan mereka berlangsung.

Topik Menarik