MU Dibantai Como, Bruno Fernandes Sentil Taktik Michael Carrick

MU Dibantai Como, Bruno Fernandes Sentil Taktik Michael Carrick

Olahraga | inews | Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:00
share

JAKARTA, iNews.id - Bruno Fernandes menyoroti taktik Manchester United (MU) setelah timnya dihajar Como 1-4 dalam pertandingan Liga Champions 2026/2027. Kapten Setan Merah itu secara terbuka membahas keputusan staf pelatih yang memilih tidak menerapkan tekanan satu lawan satu secara konsisten.

Kekalahan memalukan tersebut terjadi di Stadion Giuseppe Sinigaglia, markas Como. Nico Paz mencetak dua gol, sedangkan Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramon masing-masing menyumbangkan satu gol untuk tuan rumah. MU hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu babak kedua.

Hasil ini menambah tekanan terhadap pelatih Michael Carrick. Seusai pertandingan, Carrick bahkan menghampiri pendukung MU yang datang ke stadion tandang untuk menyampaikan permintaan maaf atas penampilan timnya.

Sorotan juga tertuju kepada Fernandes yang ditarik keluar pada babak kedua dan digantikan Zirkzee. Dalam wawancara dengan reporter TNT Sports, Liam McDevitt, gelandang asal Portugal tersebut mengungkapkan pandangannya mengenai pendekatan permainan MU, terutama saat menghadapi lawan yang mampu menguasai bola.

Bruno Fernandes Soroti Strategi Tekanan MU

Ketika ditanya mengenai keyakinannya terhadap kemampuan MU bekerja sebagai tim dan mengatasi masalah di lapangan, Fernandes menegaskan timnya tetap memiliki kemampuan untuk memperbaiki keadaan. Namun, dia menyinggung keputusan staf pelatih dalam menentukan cara tim melakukan tekanan terhadap lawan.

“Tentu saja kami bisa, tetapi itu keputusan staf untuk tidak melakukan tekanan satu lawan satu dan terkadang membiarkan sedikit ruang serta mencoba merebut bola pada kesempatan pertama, menunggu mereka, membiarkan mereka menguasai bola,” kata Fernandes.

Dia kemudian menjelaskan risiko memberikan terlalu banyak ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan. Menurut Fernandes, tim yang dibiarkan menguasai bola bisa membangun kepercayaan diri, sementara pemain MU harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengejar dan merebut bola.

“Tetapi terkadang, ketika Anda terlalu banyak memberikan penguasaan bola kepada tim-tim seperti ini, mereka menjadi percaya diri. Mereka memiliki begitu banyak pemain di belakang bola sehingga membuat Anda harus banyak berlari, membuat para pemain frustrasi, dan kemudian jelas ketika Anda merebut bola kembali, kaki dan pikiran menjadi jauh lebih sulit untuk bekerja dengan baik,” ujarnya.

Fernandes kembali mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan MU salah menerapkan strategi tekanan saat menghadapi Como. Dia menegaskan penilaian terhadap keputusan taktik merupakan tanggung jawab pelatih dan stafnya, bukan dirinya sebagai pemain.

“Itu tanggung jawab manajer dan staf untuk melihatnya, bukan tanggung jawab saya. Saya hanya mengatakan terkadang kami harus lebih berani saat berada di bawah tekanan, mencoba mengambil risiko dengan melakukan tekanan sangat tinggi dan membuat mereka tidak nyaman. Seperti yang mereka lakukan kepada kami — seperti yang Anda lihat, mereka terus maju, bek tengah mereka datang untuk menjaga saya sampai ke wilayah pertahanan kami sendiri,” tutur Fernandes.

Dia juga menilai MU seharusnya lebih berani menerapkan tekanan secara kolektif. Fernandes menyoroti kemampuan Como membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek di area tengah, yang memberi kesempatan bagi pemain tuan rumah untuk memanfaatkan ruang di sisi lapangan.

“Menurut saya, terkadang kami harus melakukan itu sebagai sebuah tim dan kami tidak benar-benar mampu melakukannya. Tim yang ingin bermain melalui tengah dan menyukai kombinasi-kombinasi pendek seperti ini, jika Anda memberi mereka terlalu banyak waktu menguasai bola untuk berpikir dan berputar di tengah lapangan, mereka menciptakan ruang besar di sisi luar. Itulah yang mereka lakukan, dan gol pertama berasal dari situ,” ucapnya.

Michael Carrick Akui Kekalahan MU Tidak Bisa Diterima

Di tengah sorotan terhadap taktik tim, Carrick menyatakan dirinya bertanggung jawab atas penampilan buruk MU. Kekalahan 1-4 dari Como menjadi hasil negatif kedua Setan Merah dalam tiga pertandingan awal fase liga Liga Champions musim 2026/2027.

Sebelumnya, MU kalah 0-2 dari Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano pada Selasa pekan lalu. Hasil tersebut kontras dengan kemenangan 4-0 atas Sabah di Old Trafford pada pertandingan pembuka fase liga.

Carrick mengakui penampilan timnya jauh dari harapan. Dia juga menegaskan tidak akan menghindari tanggung jawab atas hasil mengecewakan tersebut.

“Ini lebih dari sekadar mengecewakan. Menurut saya, semua orang harus bertanggung jawab atas hal itu. Saya 100 persen bertanggung jawab atas keseluruhan tim dan penampilan mereka. Tanggung jawab berhenti di saya. Saya benar-benar menerima hal itu,” kata Carrick kepada TNT Sports.

Pelatih MU itu juga menyebut penampilan tersebut tidak pantas ditunjukkan oleh klub sebesar Manchester United. Sebagai pendukung klub dalam waktu lama, dia mengaku sulit menerima hasil dan cara timnya bermain di markas Como.

“Tetapi sebagai pendukung klub sepak bola ini selama sekian lama, melihat penampilan seperti itu tidak bisa diterima, harus saya katakan,” ujarnya.

Carrick turut menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung yang telah melakukan perjalanan untuk menyaksikan pertandingan. Dia menegaskan dukungan suporter memiliki arti besar bagi klub dan tidak seharusnya dibalas dengan penampilan seperti yang ditunjukkan MU saat menghadapi Como.

“Saya sangat peduli kepada para pendukung. Mereka adalah jantung dari klub sepak bola ini dan akan selalu begitu. Karena mereka sudah melakukan perjalanan untuk datang ke sini, saya harus meminta maaf atas penampilan tim. Menyaksikan penampilan seperti itu, saya benar-benar memahami perasaan mereka. Tidak ada alasan sama sekali. Ini tidak bisa diterima,” tutur Carrick.

Pernyataan Fernandes mengenai taktik dan pengakuan Carrick atas tanggung jawabnya menjadi sorotan setelah kekalahan telak tersebut. MU kini menghadapi tekanan untuk memperbaiki performa setelah kehilangan poin dalam dua dari tiga pertandingan awal Liga Champions musim ini.

Topik Menarik