Akhiri Perdebatan, Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Jauh Lebih Cepat Dibanding Valentino Rossi

Akhiri Perdebatan, Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Jauh Lebih Cepat Dibanding Valentino Rossi

Olahraga | okezone | Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:39
share

PERSAINGAN dan perbandingan antara dua legenda besar MotoGP, Marc Marquez dan Valentino Rossi, kembali mencuat. Kali ini, bos tim Aspar sekaligus juara dunia kelas 125cc, Jorge Martinez, memberikan pandangannya terkait perbedaan mencolok dari dua pembalap fenomenal tersebut.

Martinez menegaskan Marc Marquez secara jelas memiliki kecepatan murni yang jauh lebih cepat dibanding Valentino Rossi sepanjang kariernya. Pernyataan tersebut cukup berbobot mengingat Martinez pernah bersaing langsung di lintasan bersama Rossi pada awal karier sang pembalap Italia di kelas 125cc.

Meskipun menganggap Rossi sebagai sosok pembalap yang mungkin lebih komplit secara keseluruhan, Martinez tidak ragu menempatkan Marquez di posisi teratas dalam hal agresivitas dan kecepatan. Penilaian ini ia sampaikan setelah melihat kiprah Marquez yang telah menyamai koleksi sembilan gelar juara dunia milik Rossi.

1. Kekuatan Mental

Bagi Martinez, daya tarik utama Marquez bukan sekadar keterampilannya mengendalikan motor di lintasan, melainkan ketangguhan mentalnya yang luar biasa. Perjuangan keras sang pembalap Spanyol dalam bangkit dari deretan cedera parah menjadi hal yang sangat diacungi jempol.

Marc Marquez vs Valentino Rossi 2015

"Menurut saya Valentino, sebagai seorang pembalap, mungkin lebih komplit, tetapi bagi saya Marc jauh lebih cepat," ungkap Jorge Martinez dalam podcast Fast and Curious, sebagaimana dilansir media Italia, GPOne, Rabu (21/10/2026).

Martinez juga menambahkan apresiasinya terhadap cara Marquez mengelola karier dan mengatasi masa-masa sulit.

"Marc adalah pembalap yang layak dipelajari secara mental. Dia memiliki kekuatan yang luar biasa. Valentino juga spesial dalam hal ini, tetapi apa yang harus dihadapi dan diatasi Marc dalam kariernya adalah sesuatu yang menimbulkan kekaguman besar," tambahnya.

 

2. Evolusi Gaya Balap

Selain mentalitas, Martinez menyoroti perubahan pendekatan balap Marquez pasca-cedera patah tulang lengan pada 2020. Jika sebelum musim 2019 ia dikenal sebagai pembalap yang mempertaruhkan segalanya untuk menang atau terjatuh, kini pembalap berusia 33 tahun tersebut tampil jauh lebih matang dan memperhitungkan risiko.

Valentino Rossi vs Marc Marquez, MotoGP Belanda 2015. Sirkuit Assen. MotoGP

"Marc yang kita lihat hingga 2019 adalah pembalap yang mempertaruhkan segalanya. Antara dia menang atau jatuh, dia sangat brutal. Hari ini dia jauh lebih banyak berpikir dan mencoba mengambil risiko yang lebih sedikit," tutur bos tim yang baru saja merayakan gelar juara Moto3 2026 bersama Max Quiles di Sirkuit Mandalika tersebut.

Kendati kini tampil lebih terukur, Martinez menilai juara dunia MotoGP 2025 itu tetap menjadi standar tertinggi dan penanda batas bagi seluruh pembalap di grid saat ini. Gaya pengereman dan keberanian Marquez mencari batas maksimal sejak menit pertama sesi latihan menjadi pembeda utama yang sulit ditandingi oleh rival-rivalnya.

Topik Menarik