Pramono Minta Jajaran Pemprov DKI Percepat Belanja, Cegah Anggaran Menumpuk Akhir Tahun

Pramono Minta Jajaran Pemprov DKI Percepat Belanja, Cegah Anggaran Menumpuk Akhir Tahun

Terkini | inews | Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:09
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat realisasi belanja daerah sebesar Rp40,40 triliun hingga September 2026. Angka tersebut setara 54,39 persen dari pagu anggaran belanja sebesar Rp74,29 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran Pemprov DKI mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada akhir tahun.

"Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan sehingga tidak menumpuk di ujung tahun. Karena ini selalu menjadi tradisi baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, semuanya ditumpuk di ujung tahun, apakah November, Desember," ujar Pramono dalam konferensi pers Realisasi APBD Triwulan III Tahun 2026 bertema “Menjaga Momentum Pertumbuhan: APBD Bekerja Serempak dan Berdampak” di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dalam paparannya, Pramono menyampaikan APBD DKI Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp81,33 triliun. Hingga triwulan III, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun. Sebagian besar pendapatan tersebut bersumber dari perpajakan.

Sementara itu, realisasi penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp6,46 triliun atau 64,43 persen dari target Rp9,88 triliun. Adapun realisasi pengeluaran pembiayaan tercatat Rp2,02 triliun atau 28,74 persen dari pagu Rp7,04 triliun.

Pramono menjelaskan, penyampaian laporan capaian APBD triwulan III merupakan bentuk tanggung jawab dan transparansi Pemprov DKI kepada masyarakat.

Dia memastikan anggaran daerah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan layanan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membangun berbagai fasilitas umum di Jakarta.

"Saya meyakini keterbukaan ini menjadi hal yang menjadi semakin baik, kepercayaan publik juga meningkat, dan ini akan menjadi penopang utama untuk memudahkan pembangunan yang ada di Jakarta ini," katanya.

Topik Menarik