Prabowo Tugaskan Peruri Bikin Chip Mandiri, Indonesia Bidik Kedaulatan Teknologi

Prabowo Tugaskan Peruri Bikin Chip Mandiri, Indonesia Bidik Kedaulatan Teknologi

Terkini | inews | Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:57
share

JAKARTA, iNews.id - Perum Peruri mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pengembangan teknologi semikonduktor agar Indonesia mampu merancang dan memproduksi chip secara mandiri. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kedaulatan teknologi nasional, termasuk dalam pengamanan dokumen negara, identitas digital dan infrastruktur digital.

Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan, Indonesia memiliki potensi dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kemampuan teknologi semikonduktor. Menurutnya, pengembangan tersebut perlu segera dimulai agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

"Kita diminta untuk berani segera memulai karena kita memiliki potensi dan sumber daya yang besar untuk mewujudkan kedaulatan teknologi yang berdaya saing global," ujar Teguh dalam acara Peruri Digital Summit 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Teguh menilai penguasaan teknologi chip menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi dari luar negeri. Kemampuan tersebut juga diperlukan untuk memperkuat kendali nasional atas infrastruktur digital strategis.

"Kita harus menjadi pencipta, pengelola, dan pelindung infrastruktur strategis kita sendiri," katanya.

Selama ini, Peruri dikenal sebagai perusahaan yang menjalankan tugas pencetakan uang dan dokumen sekuriti negara. Pengembangan teknologi semikonduktor dinilai dapat memperluas dukungan perusahaan terhadap sistem keamanan dokumen dan identitas digital.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah chip mikrokontroler. Komponen ini dapat digunakan pada kartu identitas, dokumen elektronik, maupun perangkat keamanan untuk mendukung autentikasi, penyimpanan data, serta mencegah pemalsuan dan manipulasi.

Selain pengembangan chip, Peruri juga menyoroti ancaman keamanan siber yang berpotensi berkembang seiring kemajuan teknologi komputasi kuantum. Teguh menilai persiapan perlindungan data strategis perlu dilakukan sejak dini.

"Kita harus memitigasi ancaman peretasan komputer quantum sejak hari ini, melindungi aset serta rahasia negara dari risiko peretasan informasi vital di masa yang akan datang," terangnya.

Teguh menjelaskan, Peruri Digital Summit 2026 menjadi wadah pembahasan mengenai semikonduktor, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta post-quantum cryptography. Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kemandirian teknologi dan keamanan digital Indonesia.

Menurutnya, penguasaan semikonduktor dapat menjadi fondasi pengembangan perangkat keras nasional. Peruri berharap kemampuan merancang chip mikrokontroler untuk dokumen kenegaraan dan identitas digital dapat dikembangkan secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap rantai pasok asing berkurang.

Di sisi lain, pemanfaatan AI diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat sistem keamanan perusahaan. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi anomali yang berpotensi menimbulkan risiko serta mendukung pengambilan keputusan dan tata kelola yang lebih responsif.

Sementara itu, post-quantum cryptography menjadi bagian dari upaya menyiapkan perlindungan data untuk menghadapi potensi serangan siber yang memanfaatkan kemampuan komputasi kuantum. Teknologi kriptografi tersebut dirancang untuk menjaga keamanan informasi ketika komputer kuantum yang lebih canggih berpotensi mengancam sejumlah metode enkripsi saat ini.

Pengembangan ketiga bidang tersebut diharapkan memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengelola teknologi strategis.

Topik Menarik