Kisah Soedomo Mergonoto, dari Kernet Bemo Sukses Dirikan Kopi Kapal Api

Kisah Soedomo Mergonoto, dari Kernet Bemo Sukses Dirikan Kopi Kapal Api

Terkini | inews | Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:15
share

JAKARTA, iNews.id - Kesuksesan kopi Kapal Api tidak terlepas dari perjalanan panjang Soedomo Mergonoto dalam mengembangkan usaha keluarga. Sebelum membesarkan bisnis kopi yang dikenal luas di Indonesia, dia pernah membantu berjualan kopi keliling hingga bekerja sebagai kernet bemo untuk menambah penghasilan.

Bisnis keluarga Soedomo bermula dari sang ayah, Go Soe Loet, yang merintis usaha kopi di Surabaya. Pada 1927, Go Soe Loet mulai memproduksi kopi dengan merek Hap Hoo Tjan dan menjualnya secara langsung kepada pelanggan, termasuk awak kapal yang berada di sekitar pelabuhan. 

Saat masih muda, Soedomo ikut membantu memasarkan kopi tersebut. Dia berkeliling menggunakan sepeda untuk menawarkan produk keluarga ke sejumlah kawasan. Dari kegiatan itu, dia mulai mengenal proses penjualan dan memahami bagaimana usaha kopi dijalankan.

Namun, Soedomo tidak hanya menghabiskan waktunya untuk membantu bisnis keluarga. Dia sempat bekerja di perusahaan vulkanisir ban dan menjadi kernet bemo.

Setelah mencoba sejumlah pekerjaan, dia akhirnya memilih kembali menekuni bisnis kopi. Perjalanan usaha keluarga kemudian menghadapi persoalan internal hingga terjadi perpecahan. 

Meski demikian, usaha kopi tetap berlanjut dan menjadi bagian dari fondasi bisnis yang kemudian dikembangkan Soedomo.

Pada 1979, PT Santos Jaya Abadi mulai dibangun sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kopi. Perusahaan tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan Kapal Api dari usaha keluarga menjadi bisnis dengan fasilitas produksi berskala industri. 

Seiring pertumbuhan usaha, perusahaan memperluas fasilitas produksinya. Setelah pabrik di Sidoarjo, PT Santos Jaya Abadi membangun pabrik di Karawang pada 2008, fasilitas produksi kopi instan di Sukodono pada 2011, dan pabrik di Semarang pada 2021.

Pengembangan bisnis tidak berhenti pada perluasan fasilitas produksi. Kapal Api Global juga menaungi sejumlah perusahaan dengan bidang usaha yang beragam, mulai dari kopi, produk permen dan biskuit, distribusi, hingga bisnis kedai kopi Excelso. 

Besarnya skala bisnis PT Santos Jaya Abadi terlihat dari kapasitas pengolahan kopinya. Perusahaan menyampaikan bahwa fasilitas produksinya mampu mengolah sekitar 400-500 ton kopi per hari. Dari total tersebut, sekitar 95 persen dipasarkan di dalam negeri, sedangkan sisanya dialokasikan untuk pasar ekspor.

Perusahaan juga menghadapi tantangan dalam memperluas pasar internasional karena selera konsumen terhadap kopi berbeda-beda di setiap negara. Penyesuaian cita rasa menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar produk dapat diterima di pasar tujuan.

Dari usaha kopi keluarga yang dirintis Go Soe Loet, bisnis tersebut kini berkembang melalui PT Santos Jaya Abadi dan berbagai lini usaha Kapal Api Global. Perjalanan Soedomo Mergonoto memperlihatkan bagaimana usaha sederhana yang dijalankan lintas generasi dapat tumbuh menjadi bisnis besar di industri kopi.

Topik Menarik