Sampah Bantargebang Diolah Jadi Listrik, Siap Terangi 55.000 Rumah

Sampah Bantargebang Diolah Jadi Listrik, Siap Terangi 55.000 Rumah

Terkini | inews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:46
share

JAKARTA, iNews.id - Sampah di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Fasilitas tersebut dirancang mengolah sekitar 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 55.000 rumah.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menuturkan, pemanfaatan sampah menjadi energi merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional. Upaya ini dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya lokal, termasuk limbah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.

"Namun, kemandirian energi tidak hanya dibangun dari apa yang ada di kebun. Kita juga bisa menghasilkan energi dari sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai masalah, yaitu sampah," ucap Dwi dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Pembangunan fasilitas PSEL di Bantargebang mulai dilaksanakan pada 26 Agustus 2026. Fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 500.000 ton sampah setiap tahun, atau setara dengan 70 persen dari total tumpukan sampah di Kota Bekasi, berdasarkan data yang disampaikan Kementerian ESDM.

Selain menghasilkan listrik, proyek ini diharapkan membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). Pengoperasian fasilitas diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 90 persen sekaligus membuka sekitar 1.000 lapangan kerja hijau bagi masyarakat setempat.

Dari sisi pembiayaan, proyek PSEL Bantargebang dikembangkan melalui skema investasi non-APBN. Kepastian penyerapan listriknya didukung Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero), yang akan membeli seluruh daya listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut.

Dwi menegaskan, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi melengkapi upaya pemerintah mengembangkan energi dari berbagai potensi dalam negeri. Strategi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Jadi, kita sedang membangun kemandirian energi dari berbagai sumber. Dari kebun petani kita hasilkan bahan bakar, dari sampah kita hasilkan listrik, dan dari semua itu kita ingin memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat serta memperkuat perekonomian nasional," kata dia.

Dia menambahkan, optimalisasi sumber daya lokal menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

"Dari tanah Indonesia, dari sumber daya Indonesia, dan untuk kemajuan Indonesia. Inilah langkah kita menuju Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, dan berkelanjutan," kata dia.

Topik Menarik