Massa Demo Pasang Spanduk Tuntutan Rakyat di Tugu Tani, Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

Massa Demo Pasang Spanduk Tuntutan Rakyat di Tugu Tani, Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

Terkini | inews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:21
share

JAKARTA, iNews.id - Massa demonstrasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memasang spanduk bertuliskan tuntutan rakyat di Patung Pahlawan atau Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Mereka mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sebagai bencana nasional.

Pemasangan spanduk dilakukan setelah aliansi gabungan berbagai elemen masyarakat menyampaikan orasi di pinggir jalan. Massa kemudian berkumpul di sekitar Patung Pahlawan untuk membentangkan spanduk yang berisi tuntutan kepada pemerintah.

Dua orang terlihat memanjat patung untuk mengikat tali spanduk agar dapat terpasang dan terbaca dengan jelas. Saat proses pemasangan berlangsung, massa menyanyikan lagu Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut menyaksikan aksi tersebut. Mereka memberikan tepuk tangan saat massa berupaya memasang spanduk. Aparat kepolisian sempat mengimbau agar masyarakat tidak memanjat patung, tetapi spanduk akhirnya berhasil dipasang.

Setelah spanduk terpasang, massa kembali menyuarakan lima tuntutan dalam aksi memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Selain penanganan karhutla dan banjir, mereka menyoroti persoalan ekonomi, kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, serta pemerataan layanan publik.

Berikut lima tuntutan mahasiswa dalam demonstrasi tersebut:

1. Menetapkan karhutla dan banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga, serta mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab dalam krisis tersebut.

2. Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar.

3. Menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat.

4. Memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

5. Menurunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang mahal serta memberikan akses yang merata.

Topik Menarik