Erick Thohir Sentil Pengkritik Liga Putri Indonesia: Dulu Teriak Mana Liganya, Sekarang Ayo Nonton!
JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum PSSI Erick Thohir melontarkan sindiran menohok kepada pihak yang selama ini mempertanyakan keberadaan Liga Putri Indonesia. Setelah kompetisi resmi bergulir kembali, dia menantang para pengkritik untuk membuktikan dukungan dengan datang langsung ke stadion.
Tantangan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri pembukaan Indonesia Women's League (IWL) 2026-2027 di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Kompetisi sepak bola putri nasional itu akhirnya kembali digelar setelah vakum selama tujuh tahun sejak 2019.
Erick menilai masyarakat yang selama ini mendesak PSSI menghadirkan kompetisi sepak bola putri kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan kontribusi nyata. Dia berharap dukungan tidak berhenti pada kritik dan tuntutan melalui media sosial.
"Kepada mereka yang selama ini berteriak, 'Mana liganya?', sekarang ayo datang dan menonton. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Mari datang dan buktikan kontribusi kita bukan hanya lewat perkataan, tetapi juga melalui kehadiran," kata Erick kepada awak media.
Menurut Erick, antusiasme masyarakat pada pekan pembuka memberikan sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia. Namun, dia menginginkan dukungan tersebut terus meningkat, termasuk melalui pembentukan kelompok suporter setiap klub peserta.
"Saya rasa untuk tahun pertama, antusiasmenya sangat baik. Kami juga berharap setiap klub yang bermain di liga ini mulai membangun basis suporternya sendiri," ucap Erick.
Liga Putri Indonesia Berjalan 5 Tahun
Selain menantang para pengkritik, Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI menjaga keberlangsungan Liga Putri Indonesia selama lima tahun ke depan atau hingga 2031. Kesepakatan tersebut melibatkan federasi dan seluruh klub peserta agar kompetisi tidak kembali terhenti seperti sebelumnya.
"Yang pasti, seluruh klub peserta liga dan PSSI memiliki komitmen untuk menjalankan kompetisi ini selama lima tahun, setelah itu akan kami evaluasi," ujar Erick.
PSSI memilih mengembangkan kompetisi secara bertahap dengan memprioritaskan kesiapan operasional dan keberlanjutan klub. Erick tidak ingin penyelenggaraan liga justru menimbulkan persoalan yang membuat peserta kesulitan melanjutkan kompetisi di tengah musim.
"Kami juga ingin memastikan klub-klub ini bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai ada persoalan yang membuat klub berhenti di tengah jalan. Itu yang sering saya sampaikan dan menjadi alasan PSSI sangat berhati-hati," tegas Erick.
Enam Klub Ramaikan Liga Putri Indonesia 2026-2027
Indonesia Women's League 2026-2027 diikuti enam klub, yakni Garudayaksa FC, Persita Tangerang, Persikad Depok, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City. Seluruh peserta akan bersaing dalam 15 pekan fase reguler dengan total 45 pertandingan.
Kompetisi berlangsung hingga 30 Januari 2027. Fase reguler dijadwalkan berakhir pada 17 Januari, dilanjutkan semifinal pada 23 Januari, kemudian perebutan tempat ketiga dan final pada 30 Januari. PSSI berharap kompetisi ini menjadi fondasi pembinaan pemain putri sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang dan memperkuat Timnas Putri Indonesia.










