Jose Mourinho Bongkar Alasan Sebenarnya Vinicius Tolak Mentah-Mentah Arsenal

Jose Mourinho Bongkar Alasan Sebenarnya Vinicius Tolak Mentah-Mentah Arsenal

Olahraga | inews | Senin, 19 Oktober 2026 - 19:24
share

MADRID, iNews.id - Vinicius Junior menolak tawaran Arsenal dan memilih bertahan di Real Madrid meski Jose Mourinho menilai sang winger seharusnya bisa mencari klub lain jika ingin mendapatkan penghormatan lebih besar. Pelatih asal Portugal itu mengungkapkan loyalitas dan kecintaan Vinicius terhadap Los Blancos menjadi alasan penting di balik keputusannya.

Vinicius menjadi salah satu pemain yang dibidik Arsenal pada bursa transfer musim panas. Klub asal London tersebut ingin memperkuat skuad untuk mempertahankan gelar Liga Inggris sekaligus memburu trofi Liga Champions yang gagal mereka raih pada musim sebelumnya.

Namun, upaya Arsenal untuk mendatangkan pemain asal Brasil itu tidak membuahkan hasil. Vinicius memilih melanjutkan kariernya di Santiago Bernabeu dan menandatangani perpanjangan kontrak bersama Real Madrid hingga musim panas 2032.

Keputusan tersebut membuat Vinicius tetap menjadi bagian dari proyek klub raksasa Spanyol itu. Dia juga memilih melanjutkan kiprahnya di bawah arahan Mourinho ketimbang bergabung dengan Arsenal yang ditangani Mikel Arteta.

Mourinho kemudian berbicara mengenai keputusan pemain berusia 26 tahun tersebut. Pelatih yang dikenal memiliki karakter tegas itu mengaku memiliki hubungan baik dengan Vinicius dan menghargai cara sang pemain menghadapi berbagai situasi.

“Dia adalah sosok yang fantastis, dan mudah untuk menjalin hubungan baik dengannya. Saya menghabiskan beberapa menit berdua dengannya setiap hari. Saya sangat menghargainya karena dia selalu mampu menjalani dan bertahan dalam situasi apa pun dengan senyuman,” kata Mourinho dikutip dari Sport Bible.

Mourinho bahkan mengaku mungkin akan mengambil keputusan berbeda jika berada di posisi Vinicius. Menurut dia, sang pemain memiliki alasan tersendiri untuk tetap bertahan meski sebenarnya bisa mempertimbangkan kepindahan ke klub lain.

“Jika saya berada di posisinya, saya mungkin tidak akan berada di sini. Saya akan memaksakan kepindahan ke negara tempat dia akan dihormati, tetapi karena kesetiaan kepada Real Madrid dan kecintaannya kepada klub, dia bertahan. Dia percaya keadaan bisa membaik, dan dia masih memiliki senyuman itu. Tidak ada apa pun dan siapa pun yang bisa mengambilnya darinya,” ujar Mourinho.

Mourinho Punya Misi Besar di Real Madrid

Mourinho kini menjalani periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid. Pelatih yang sudah dua kali menjuarai Liga Champions itu mendapat tugas mengembalikan kejayaan klub dan membawa kembali trofi ke Santiago Bernabeu.

Tantangan tersebut tidak ringan. Real Madrid disebut belum meraih gelar dalam dua musim terakhir, sehingga Mourinho dituntut membangun kembali kekuatan tim dan mengembalikan daya saing mereka di berbagai kompetisi.

Penunjukan Mourinho sempat memunculkan optimisme karena dia dikenal sebagai sosok berkarakter kuat yang mampu menangani ruang ganti. Kehadirannya diharapkan membantu mengatasi persoalan internal sekaligus meningkatkan performa tim di lapangan.

Namun, perjalanan Real Madrid pada musim ini masih menghadapi hambatan. Mereka tertinggal sembilan poin dari Barcelona dalam persaingan gelar Liga Spanyol, sebuah situasi yang menambah tekanan terhadap Mourinho dan anak asuhnya.

Performa tim juga menjadi sorotan dalam persaingan Liga Champions. Penampilan Real Madrid sejauh musim berjalan dinilai belum cukup meyakinkan untuk membuat mereka dianggap sebagai kandidat kuat juara.

Di tengah tantangan tersebut, keputusan Vinicius untuk bertahan menjadi bagian penting dari dinamika skuad Real Madrid. Kontrak jangka panjangnya menunjukkan komitmen untuk melanjutkan karier bersama klub, sementara Mourinho berharap timnya mampu memperbaiki keadaan dan kembali bersaing memperebutkan gelar.

Bagi Arsenal, kegagalan merekrut Vinicius berarti mereka harus mencari jalan lain untuk memperkuat lini serang. Sementara itu, Real Madrid tetap mempertahankan salah satu pemain andalannya ketika Mourinho berusaha mengembalikan klub ke jalur kemenangan.

Topik Menarik