Spalletti Terancam Dipecat Juventus! Fans Desak Conte Kembali
TURIN, iNews.id – Luciano Spalletti menghadapi tekanan besar setelah Juventus kembali gagal menunjukkan performa meyakinkan di Liga Italia 2026-2027. Desakan pemecatan pelatih berusia 67 tahun itu mulai bermunculan dari kalangan suporter, dengan Antonio Conte disebut sebagai sosok yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Bianconeri.
Kekalahan telak 0-3 dari Lazio di Allianz Stadium, Turin, Senin (19/10/2026) dini hari WIB, memperburuk situasi Spalletti. Para pendukung Juventus meluapkan kekecewaan melalui siulan keras setelah tim kesayangan mereka dipermalukan di kandang sendiri.
Juventus kini hanya mengoleksi 11 poin dari tujuh pertandingan Serie A. Catatan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan membuat Si Nyonya Tua tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara, sekaligus tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Inter Milan dan Lazio.
Kontingen Indonesia Raih 2 Medali Emas di Asian Games 2026 Hari Ini Minggu 20 September 2026?
Situasi tersebut semakin mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan periode kepemimpinan Igor Tudor musim lalu. Pada tujuh pertandingan pertama Serie A musim lalu, Juventus mampu mengumpulkan 12 poin atau satu angka lebih banyak daripada pencapaian Spalletti saat ini.
Tudor akhirnya kehilangan pekerjaannya setelah pertandingan kedelapan musim lalu. Kesamaan situasi ini membuat posisi Spalletti semakin disorot, meski manajemen Juventus belum mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pelatih.
Fans Juventus Desak Conte Gantikan Spalletti
Kekecewaan pendukung Juventus tidak hanya dipicu hasil buruk di lapangan. Pernyataan para pemain dan pelatih setelah kekalahan dari Lazio juga memunculkan perhatian terhadap kondisi internal tim.
Bek Juventus, Gleison Bremer, memberikan komentar keras mengenai tanggung jawab para pemain. Dia menegaskan tidak mungkin menanggung seluruh beban tim sendirian ketika performa Juventus sedang menurun.
"Saya tidak bisa menggendong semua pemain," ujar Bremer, seperti dilaporkan La Gazzetta dello Sport, Senin (19/10/2026).
Situasi tersebut membuat sebagian suporter Juventus di media sosial kembali menyerukan pergantian pelatih. Nama Antonio Conte mencuat sebagai kandidat yang diinginkan untuk menggantikan Spalletti, sebagaimana turut dibahas media Italia, termasuk La Repubblica dan Calciomercato.
Conte memiliki kedekatan historis dengan Juventus setelah pernah memperkuat klub tersebut sebagai pemain dan kemudian menjadi pelatih. Dia juga berpengalaman menangani Inter Milan, Chelsea, Tottenham Hotspur, serta Napoli sebelum meninggalkan klub asal Naples itu pada akhir musim 2025-2026.
Conte Jadi Kandidat, Juventus Belum Putuskan Nasib Spalletti
Menurut pemberitaan Calciomercato, Conte berpotensi menjadi salah satu kandidat utama apabila Juventus memutuskan berpisah dengan Spalletti dalam beberapa pekan mendatang. Nama Didier Deschamps, Stefano Pioli, dan Vincenzo Montella juga masuk pembahasan sebagai alternatif.
Namun, Juventus bukan satu-satunya klub yang dikaitkan dengan Conte. Manchester United turut disebut mempertimbangkan mantan pelatih Napoli tersebut di tengah meningkatnya tekanan terhadap Michael Carrick. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai klub berikutnya yang akan ditangani Conte.
Di tengah spekulasi tersebut, manajemen Juventus belum menjadikan pemecatan Spalletti sebagai keputusan resmi. Menurut laporan Adnkronos pada 19 Oktober 2026, klub masih memantau perkembangan tim dan belum mengambil langkah pergantian pelatih.
Spalletti kini dituntut segera memperbaiki performa Juventus agar tekanan tidak semakin besar. Sementara itu, wacana kembalinya Antonio Conte ke Turin masih sebatas tuntutan sebagian pendukung dan spekulasi media, bukan kesepakatan dengan manajemen Bianconeri.










