BEI Pangkas ARB Saham Jadi 7 Persen hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya

BEI Pangkas ARB Saham Jadi 7 Persen hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya

Terkini | inews | Senin, 19 Oktober 2026 - 15:18
share

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan sementara batas maksimal Auto Reject Bawah (ARB) perdagangan saham dari sebelumnya15 persen menjadi 7 persen yang berlaku mulai perdagangan hari ini, Senin (19/10/2026). Adapun, kebijakan ini berlaku hingga perdagangan akhir tahun ini.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, keputusan tersebut diambil dalam rangka mencegah kepanikan investor menyikapi pengumuman penyedia indeks global MSCI terkait konsultasi penurunan klasifikasi dari emerging market menjadi standalone market. 

Karena OJK maupun SRO sendiri, disebutkan Jeffrey, tidak berekspektasi bahwa MSCI akan mengeluarkan pengumuman demikian. 

Dengan begitu, kebijakan ARB yang diturunkan menjadi 7 persen diperlukan, sembari BEI mencari tahu alasan MCSI mengeluarkan pengumuman tersebut sehingga menimbulkan kepanikan di pasar dan memicu aksi jual dari para investor domestik dan asing. 
 
"Jangankan Bursa dan OJK, sebagian besar partisipan MSCI juga tidak mengetahui hal tersebut. Dalam komunikasi kami dengan para investor global, mereka semua juga tidak tahu dan tidak menyangka akan ada pengumuman seperti itu," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Jeffrey menambahkan, kebijakan untuk menurunkan ARB ke 7 persen ditujukan agar para investor bisa mengambil keputusan investasi dengan pertimbangan yang matang. Penghentian transaksi itu dilakukan dengan harapan investor punya waktu lebih untuk mempertimbangkan ulang. 

"Kami memahami bahwa kebijakan ini bukan sesuatu yang umum dilakukan. Namun, tujuannya adalah agar investor tidak mengambil keputusan dalam kondisi ketidakpastian yang sangat tinggi, kebingungan, apalagi ketakutan," katanya.

Dia mengakui bahwa kebijakan yang diambil tersebut terbukti efektif untuk menekan aksi jual lanjutan oleh para investor. Terlihat dari penutupan perdagangan sesi I yang terkoreksi 5,05 persen ke level 4.923. 

Jeffrey mengatakan kebijakan ARB 7 persen ini  akan kembali di evaluasi dengan melihat dinamika yang terjadi di pasar selanjutnya. BEI mendorong investor untuk mencermati fundamental perusahaan, ketimbang isu atau sentimen yang berkembang dalam merumuskan keputusan investasinya. 

"Tadi terpantau indeks kita turun sekitar 5 persen. Artinya, penurunan tersebut tidak menyentuh batas 7 persen. Dengan demikian, investor diharapkan dapat lebih cermat mencermati perkembangan informasi. Akan lebih baik jika investor kembali melihat fundamental, sembari menilai seluruh kondisi dan situasi yang ada," ucapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, BEI juga telah menjadwalkan pertemuan dengan MSCI pada hari ini untuk meminta klarifikasi terkait pengumuman potensi penurunan klasifikasi dari emerging market menjadi standalone market.

"Kami ingin menanyakan klarifikasi terkait latar belakangnya. Karena ini merupakan sesuatu yang tidak terduga, pasar akan bereaksi dalam kondisi panik, bingung, dan penuh ketidakpastian," tuturnya. 

Topik Menarik