Skor Kesehatan Finansial Anak Muda Turun Jadi 39,64, Kebiasaan Menabung Meningkat

Skor Kesehatan Finansial Anak Muda Turun Jadi 39,64, Kebiasaan Menabung Meningkat

Terkini | idxchannel | Sabtu, 19 September 2026 - 17:20
share

IDXChannel - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC Indonesia bersama NielsenIQ (NIQ) meluncurkan riset Financial Fitness Index (FFI) 2026. 

Hasil riset menunjukkan skor financial fitness anak muda Indonesia turun menjadi 39,64 dari 40,60 pada tahun sebelumnya.

Director Strategic Analytics & Insight NielsenIQ Indonesia Inggit Primadevi mengatakan, penurunan skor tersebut terjadi di tengah kuatnya komitmen masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan prioritas sehari-hari.

“Studi FFI 2026 menunjukkan bahwa di tengah score FFI yang menurun, namun terlihat kebutuhan untuk mempertahankan pemenuhan keuangan dasar masih kuat, seperti pemenuhan sehari-hari dan pembayaran utang,” ujar Inggit dalam konferensi pers, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Meski skor financial fitness mengalami penurunan, riset tersebut mencatat adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga fondasi keuangan dasar dan membangun kebiasaan menabung.

Namun, FFI 2026 juga menemukan adanya kesenjangan antara persepsi dan realisasi kesiapan finansial masyarakat. Sebanyak 55 persen responden meyakini perencanaan keuangan yang dilakukan saat ini akan membawa keberhasilan pada masa depan.

Di sisi lain, sebanyak 80 persen responden belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Sementara itu, baru 27 persen responden yang telah memiliki alokasi dana darurat.

“Yang menarik, kita juga melihat semakin banyak masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan. Ini menunjukkan adanya awareness yang berkembang dan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan finansial ke depannya,” kata Inggit.

Dari sisi financial growth, FFI 2026 menemukan bahwa kepemilikan dana darurat menjadi salah satu pendorong utama penetrasi investasi.

Masyarakat yang telah memiliki dana darurat cenderung lebih banyak mengakses instrumen investasi yang lebih kompleks, seperti saham, deposito, reksa dana, hingga valuta asing (forex), dibandingkan kelompok yang belum memiliki dana cadangan.

Personal Banking Segment Head OCBC Lauda Muliana mengatakan, kesehatan finansial tidak hanya berkaitan dengan jumlah uang yang dimiliki, tetapi juga ketahanan (resilience) dan kemampuan melakukan perencanaan jangka panjang.

“Bagi OCBC, sehat secara finansial bukan sekadar tentang memiliki lebih banyak uang, tetapi tentang memiliki fondasi dan perencanaan yang membuat kita mampu menghadapi ketidakpastian, sekaligus memiliki ruang untuk bertumbuh. Karena itu, perjalanan finansial perlu dimulai dari memahami kondisi kita, menentukan prioritas, membangun resilience, dan kemudian mengembangkan kekayaan sesuai tujuan dan profil masing-masing. Jadi bukan hanya tahu ilmunya, tetapi juga harus mengaplikasikannya dengan bijak dan konsisten,” tutur Lauda.

Menanggapi temuan tersebut, OCBC memperkuat layanan wealth management dengan pendekatan yang personal, digital, dan inklusif.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui fitur Financial Fitness Check Up (FFCU) untuk mengevaluasi kesehatan keuangan, fitur For Your Investment pada aplikasi OCBC Mobile, serta kampanye edukasi melalui Nyala Festival.

“OCBC percaya bahwa sehat secara finansial bisa berjalan beriringan dengan menikmati lifestyle. Nyala Festival ini adalah salah satu manifestasi dari OCBC, yang memperlihatkan bahwa edukasi, insight, dan perencanaan finansial bisa berjalan beriringan juga dengan lifestyle dan fun, mendorong masyarakat untuk semakin #FUNanciallyFit,” ujar Lauda.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik