Mentan Amran Gandeng Bareskrim Usut Dugaan Mafia Pangan, Soroti Harga Ayam hingga Telur

Mentan Amran Gandeng Bareskrim Usut Dugaan Mafia Pangan, Soroti Harga Ayam hingga Telur

Terkini | inews | Senin, 19 Oktober 2026 - 16:24
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mengusut dugaan praktik mafia pangan di sejumlah komoditas pertanian dan peternakan. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul kejanggalan harga, yakni harga di tingkat produsen turun, tetapi justru meningkat di tingkat konsumen.

Amran mengatakan, terdapat 11 persoalan di sektor pangan yang menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti oleh Bareskrim. Persoalan tersebut mencakup sejumlah komoditas, mulai dari hortikultura, kelapa sawit, dan pakan ternak hingga ayam dan telur.

"Ada hortikultura, sawit, pakan kita lihat ayam, segala macam. Kenapa? Harga di peternak turun, tapi konsumen naik. Ada inflasi lagi, inflasi ayam dengan telur. Inflasi ayam dengan telur. Kan kasihan, ya kan?" ucap Amran, Senin (19/10/2026).

Amran menambahkan, perbedaan pergerakan harga di tingkat produsen dan konsumen menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya permainan dalam rantai distribusi pangan. Dia menilai, kondisi tersebut perlu ditelusuri agar penyebab kenaikan harga yang dirasakan masyarakat dapat diketahui.

"Jadi ini, menurut Anda nih, harga di peternak turun, harga di konsumen naik, menurut Anda bagaimana? Mafia ya? Begitu kira-kira," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bareskrim Polri Irjen Asep Safrudin menyatakan siap menindaklanjuti persoalan pangan yang disampaikan Kementerian Pertanian. Kepolisian akan melakukan penyelidikan dan melanjutkan proses penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.

"Ada beberapa pemaparan dari beliau terkait dengan permasalahan-permasalahan di bidang pangan. Ya, ada beberapa poin yang harus ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian. Tentunya kami akan langsung melakukan kegiatan-kegiatan, dari mulai penyelidikan, sampai nanti ke penegakan hukum," ucap Asep.

Asep menerangkan, koordinasi dengan Kementerian Pertanian merupakan tindak lanjut arahan Kapolri agar kepolisian memperkuat kerja sama dengan kementerian terkait dalam menangani persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kepolisian turut bertanggung jawab memastikan program strategis pemerintah, termasuk di sektor pangan, berjalan dengan baik. Karena itu, Bareskrim akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti informasi yang membutuhkan penanganan kepolisian.

"Tentunya kami akan terus berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan jajaran kementerian manapun ya, sesuai dengan arahan Bapak Kapolri, untuk menindaklanjuti informasi-informasi yang harus atau dapat ditangani oleh kami jajaran kepolisian," tuturnya.

Topik Menarik