Gandeng Kementan, Agrijurno Latih 135 Jurnalis dan Mantan Jurnalis Bisnis Ayam Petelur

Gandeng Kementan, Agrijurno Latih 135 Jurnalis dan Mantan Jurnalis Bisnis Ayam Petelur

Nasional | inews | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 03:17
share

BOGOR, iNews.id – Sebanyak 135 jurnalis dan mantan jurnalis dari berbagai daerah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) ternak ayam petelur di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang digelar selama dua hari mulai Rabu (14/10/2026) hingga Kamis (15/10/2026) itu merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan di bidang pertanian dan peternakan, sekaligus membuka peluang usaha produktif yang berkelanjutan bagi para insan pers.

Bimtek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, BBPKH Cinagara-Bogor, dan Yayasan Agrijurno Maju Bersama (AMB) sebuah wadah kemitraan yang menghimpun para mantan jurnalis dan jurnalis aktif.

Sejumlah narasumber terkemuka hadir memberikan pembekalan, di antaranya Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik Kementan Imam Wahyudi, Kepala BBPKH Cinagara Dr Inneke Kusumawaty, serta Sekretaris BPPSDMP Kementan Zuroqi Mubarok.

Dari total 135 peserta, sebanyak 67 peserta mengikuti pelatihan Batch 3 pada Rabu (14/10/2026) dan 68 peserta lainnya mengikuti Batch 4 pada Kamis (15/10/2026).

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik Kementan, Imam Wahyudi menjelaskan, program ini dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mandiri secara ekonomi melalui sektor agribisnis. 

“Dengan pelatihan ini kita berharap para jurnalis dan mantan jurnalis memiliki bekal entrepreneur untuk mandiri secara ekonomi melalui peternakan ayam, selain tentunya tetap membuat karya jurnalistik yang positif,” ujar Imam Wahyudi, Kamis (15/10/2026). 

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty menuturkan, pelatihan ini memberikan wawasan teknis mulai dari pengelolaan kandang, pemberian pakan, pemeliharaan kesehatan hewan, hingga kalkulasi analisis usaha. 

“Dengan pengalaman langsung ini, informasi dan literasi peternakan yang disampaikan para jurnalis kepada masyarakat nantinya akan menjadi lebih mendalam, akurat, dan bermanfaat,” kata Inneke.

Pengurus Yayasan AMB, Yusrizal mengatakan, pembinaan yang mendapat dukungan penuh dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini tidak berhenti pada teori budi daya saja, melainkan mencakup penyusunan rencana bisnis (business plan) hingga strategi pemasaran. 

“Kami berharap kehadiran AMB tidak hanya bermanfaat bagi mantan jurnalis untuk mandiri secara ekonomi, tetapi juga membuka pemerataan akses ekonomi secara luas kepada masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Cik tersebut.

Peserta asal Cilegon yang juga mantan jurnalis televisi nasional, Iskandar, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, bimtek ini melatih jiwa wirausaha dan menjadi modal berharga untuk membangun usaha peternakan mandiri maupun kelompok.

Melalui sinergi Polbangtan Bogor, BBPKH Cinagara, dan Yayasan AMB, program ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya entrepreneur baru dari kalangan pers yang mampu memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi produktif masyarakat.

Topik Menarik