Bandara Riyadh Diserang Houthi, Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Tenang: Fokus Ibadah

Bandara Riyadh Diserang Houthi, Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Tenang: Fokus Ibadah

Terkini | inews | Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:48
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan tidak ada jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Kemenhaj meminta jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi tetap tenang dan fokus menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi jemaah umrah Indonesia di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Pemantauan dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.

“Berdasarkan data yang terdaftar di sistem kami, hingga Minggu, 11 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled, Riyadh. Berdasarkan komunikasi yang kami jalin bersama dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut,” tegas Ichsan dalam keterangannya, dikutip Selasa (13/10/2026).

Kemenhaj mengimbau jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan dan memprioritaskan kegiatan ibadah di Makkah dan Madinah. Jemaah juga diminta membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar kedua wilayah tersebut.

Selain itu, jemaah diminta mematuhi arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, serta terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) atau travel masing-masing.

Kemenhaj juga menginstruksikan seluruh PPIU untuk menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. Pihak travel diminta memantau kondisi jemaah secara berkala, memberikan pendampingan, serta segera menyampaikan informasi apabila terjadi perubahan jadwal perjalanan beserta langkah penanganannya.

“Travel umrah juga harus memastikan jemaah dapat menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan selama berada di lapangan,” katanya.

Sementara itu, calon jemaah umrah yang belum berangkat diminta memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan melalui travel masing-masing. Mereka juga diimbau mengikuti informasi serta arahan resmi pemerintah sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan.

Kemenhaj turut meminta keluarga jemaah di Indonesia tetap tenang dan menjaga komunikasi dengan jemaah maupun pihak travel. Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai situasi keamanan di Arab Saudi.

Informasi resmi dapat dipantau melalui kanal Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta otoritas Arab Saudi.

“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi seluruh jemaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka,” pungkas Ichsan.

Topik Menarik