Apa Itu NAD+ yang Diklaim Bisa Atasi Kulit Kusam? Ini Jawabannya
JAKARTA, iNews.id - Istilah NAD+ atau Nicotinamide Adenine Dinucleotide belakangan ikut muncul dalam pembahasan mengenai kesehatan dan perawatan kulit.
Molekul yang berkaitan dengan proses energi sel ini mulai diperbincangkan dalam konsep skin energy dan skin longevity, terutama untuk memahami mengapa kulit dapat terlihat kusam, lelah, dan kurang fresh ketika tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.
Lantas, apa sebenarnya NAD+ dan bagaimana kaitannya dengan kondisi kulit? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Mengenal NAD+ dan Perannya dalam Energi Sel
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Nisrina Tache, Sp.DVE, menjelaskan bahwa skin energy dapat dipahami sebagai energi yang dibutuhkan sel kulit untuk menjalankan berbagai fungsi normal.
"NAD+ menjadi salah satu ingredient yang relevan untuk pendekatan cellular energy," ujar dr Nisrina di acara Skin Longevity Clinic 2026 yang digelar Wardah di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.
Secara sederhana, NAD+ atau nicotinamide adenine dinucleotide merupakan molekul yang terlibat dalam berbagai proses metabolisme di dalam sel. Perannya berkaitan dengan bagaimana sel menghasilkan dan menggunakan energi untuk menjalankan fungsinya.
Karena sel kulit juga membutuhkan energi untuk menjalankan fungsi normal, NAD+ kemudian menjadi salah satu bahan yang menarik perhatian dalam pembahasan mengenai skin energy.
Namun, istilah skin energy tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai baterai yang bisa diisi ulang dengan skincare. Analogi 'kulit memiliki baterai' lebih merupakan bahasa edukasi untuk mempermudah masyarakat memahami kebutuhan energi pada tingkat sel.
Kenapa Kulit Bisa Terlihat Lelah?
Kulit yang tampak kusam atau lelah tidak selalu berkaitan dengan satu penyebab. Rutinitas sehari-hari, kurang tidur, stres, paparan lingkungan, hingga kebiasaan perawatan kulit dapat berkontribusi terhadap perubahan tampilan kulit.
Salah satu kondisi yang kerap dibahas adalah recovery gap, yakni ketika aktivitas sehari-hari yang padat tidak diimbangi dengan waktu istirahat dan pemulihan yang cukup.
Anjing, Kucing, dan Burung di Luar Rumah Saat Abu Krakatau Turun, Ini yang Terjadi pada Tubuh Mereka
Dalam kondisi seperti itu, kulit dapat terlihat kurang fresh. Karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak hanya berkaitan dengan produk perawatan, tetapi juga kebiasaan sehari-hari.
"Lifestyle seperti tidur dan recovery menjadi fondasi utama, sementara skincare dapat menjadi external support yang melengkapinya," kata dr Nisrina.
Artinya, penggunaan skincare tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup.
NAD+ Bukan Charger untuk Kulit
Pembahasan mengenai NAD+ dan skin energy juga perlu dipahami secara proporsional. NAD+ memang memiliki peran penting dalam proses seluler, tetapi bukan berarti pemakaian skincare yang mengandung NAD+ secara otomatis dapat mengembalikan energi tubuh atau menggantikan waktu tidur.
Dalam konteks perawatan kulit, NAD+ menjadi salah satu bahan yang dikembangkan dalam formulasi skincare dengan pendekatan cellular energy. Manfaat yang diklaim dari suatu produk tetap perlu dilihat berdasarkan formulasi, pengujian, dan bukti klinis produk tersebut.
Bagaimana dengan Klaim Kulit Lebih Glowing?
Berdasarkan pengujian produk yang mengombinasikan NAD+ dengan Carnosine, Cysteamine, dan EGCG Glucoside pada NAD+ Glow Energy Booster Serum yang dilaporkan Wardah, penggunaan satu kali pada 33 panelis menunjukkan peningkatan instant glowing sebesar 18 persen dan instant brightening sebesar 10 persen.
Sementara itu, pengujian overnight terhadap 37 panelis mencatat peningkatan hidrasi sebesar 30,8 persen dan penurunan tampilan redness sebesar 5,5 persen.
Pada pengujian selama 14 hari terhadap 40 panelis, tercatat perubahan tampilan dark spots sebesar 40,7 persen, brightening sebesar 8,9 persen, dan redness sebesar 6,6 persen.
Angka-angka tersebut merupakan hasil pengujian produk yang dilaporkan oleh brand tersebut pada panelis dalam pengujian yang dilakukan terhadap produk. Hasil tersebut tidak berarti NAD+ secara umum dapat memberikan efek yang sama pada setiap orang.
Dengan demikian, istilah skin energy dan NAD+ bukan berarti kulit benar-benar memiliki 'baterai' yang dapat diisi menggunakan serum. Konsep tersebut digunakan untuk menjelaskan hubungan antara fungsi sel, energi, gaya hidup, dan perawatan kulit dalam menjaga tampilan kulit agar tetap sehat dan fresh.









