99 Persen Fraud Perbankan Berawal dari Rekayasa Sosial, Bukan Retasan Sistem

99 Persen Fraud Perbankan Berawal dari Rekayasa Sosial, Bukan Retasan Sistem

Teknologi | sindonews | Selasa, 8 September 2026 - 19:57
share

Kejahatan siber di Indonesia kian bergeser sasaran. Bukan lagi semata menembus sistem teknologi, melainkan menyasar sisi psikologis manusia di baliknya. Data yang diungkap Senior Adviser Fraud Banking Investigation Bank Central Asia (BCA) Wani Sabu, menunjukkan sekitar 99 persen kasus fraud di sektor perbankan berawal dari social engineering atau rekayasa sosial.

Angka tersebut disampaikan Wani, yang juga menjabat Ketua Komite Cyber Fraud Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), dalam seminar bertajuk “Now You See: Now You Aware” yang digelar PT Akar Inti Solusi (Akar Inti Enterprise) di CGV Grand Indonesia, Studio ScreenX, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026.

Menurut Wani, social engineering memanfaatkan emosi korban, baik rasa senang maupun cemas. Modus yang kerap digunakan antara lain iming-iming voucher atau undian berhadiah, hingga pelaku yang mengaku sebagai petugas customer service bank, kartu kredit, asuransi, maupun instansi resmi lain.

“Kejahatan siber yang menyasar melalui social engineering memang masih menjadi masalah krusial di Indonesia. Banyak orang jarang periksa ulang saat dihubungi orang asing yang menawarkan hadiah atau tautan tidak jelas. Jangan FOMO, jangan mengunduh aplikasi yang tidak perlu. Intinya, harus periksa ulang,” kata Wani.

CEO Akar Inti Enterprise, Astari Kartika Hadinata, menyebut seminar ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya kesadaran publik terhadap ancaman siber, meski jumlah kasus terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.“Ancaman siber hari ini tidak lagi hanya menyerang sistem, tetapi manusianya. Secanggih apa pun teknologi yang kita bangun, kesadaran setiap individu tetap menjadi kunci utama,” ujar Astari.

Selain Wani, seminar turut menghadirkan Dendi Zuckergates, Founder Orang Siber Indonesia yang juga praktisi cybersecurity dan OSINT, dengan materi “Think Like a Hacker, Protect Like a Defender”.

Pada kesempatan yang sama, Akar Inti Enterprise memperkenalkan Mokio, simulator pengujian API (API testing) yang dirancang tanpa perlu menulis kode alias no-code, sehingga dapat dioperasikan siapa pun, tidak terbatas pada developer. Pengunjung dapat mencoba produk ini langsung di stan Akar Inti Enterprise.

Topik Menarik