90 Mobil Mewah Disita Petugas dari Lamborghini hingga Ferrari, Pemilik Ketahuan Menipu
JAKARTA, iNews.id - Seorang pengusaha asal Texas, Amerika Serikat, Clayton Lloyd Iley (41), harus kehilangan koleksi lebih dari 90 mobil mewah setelah terbukti melakukan penipuan dan pencurian identitas. Kendaraan tersebut dibeli menggunakan uang hasil kejahatan dan kini akan diserahkan untuk membiayai restitusi korban.
Iley, warga Stephenville, Texas, dijatuhi hukuman 160 bulan atau sekitar 13 tahun 4 bulan penjara federal pada 1 Oktober 2026. Dia dinyatakan bersalah atas kasus penipuan melalui transfer elektronik (wire fraud) dan pencurian identitas yang diperparah.
Menurut Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Utara Texas, Iley mengaku bersalah pada 17 Juni 2026. Selain menjalani hukuman penjara, dia juga setuju menyerahkan lebih dari 90 kendaraan yang dibeli menggunakan hasil penipuannya.
Koleksi tersebut terdiri dari berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil eksotis hingga kendaraan pikap dan SUV. Beberapa di antaranya adalah Lamborghini Aventador 2012, Lamborghini Huracan 2015, Ferrari 488 keluaran 2016 dan 2018, Dodge SRT Viper 2014, serta Porsche Taycan 2021.
Ada pula Maserati MC20, Toyota Tundra, dan Jeep Gladiator. Daftar aset yang disita juga mencakup sejumlah mobil klasik seperti Chevrolet Camaro, Pontiac Firebird dan Trans Am, serta kendaraan militer.
Kasus ini bermula dari bisnis asuransi yang dijalankan Iley melalui Clayton Texas Legacy Insurance Group di Cross Plains. Perusahaan tersebut menawarkan berbagai produk asuransi, termasuk kendaraan, rumah dan jiwa.
Jaksa mengatakan Iley menerima pembayaran premi dari sejumlah pelanggan, tetapi tidak menerbitkan polis yang mereka minta. Uang tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadi dan mendukung skema penipuan lainnya.
Iley juga menawarkan program investasi bernama "Bonded Note" yang diklaim berkaitan dengan Departemen Pertahanan AS untuk kontraktor militer swasta. Program tersebut ternyata tidak ada. Dari skema ini, dia berhasil mengumpulkan lebih dari 2 juta dolar AS.
Selain itu, Iley menggunakan informasi pribadi korban untuk mengajukan kartu kredit atas nama mereka. Kartu tersebut kemudian digunakan untuk membiayai pengeluaran pribadi, termasuk pembelian kendaraan.
Jaksa juga menemukan aliran dana ke sejumlah perusahaan yang dikendalikan Iley. Dana tersebut kemudian dicatat sebagai pendapatan bisnis untuk menyamarkan asal-usul uang.
Kini, lebih dari 90 kendaraan yang disita akan diproses untuk dilelang dan hasilnya digunakan untuk membayar restitusi kepada para korban. Departemen Kehakiman AS belum mengumumkan jadwal lelang maupun nilai keseluruhan aset kendaraan tersebut.








