Baterai Solid-State untuk EV Mulai 2030 di China, Indonesia Kapan?
Wajib belajar 9 tahun. Baterai impian dunia otomotif baru duduk di kelas 4.
Yang memberi rapor bukan pengamat iseng. Robin Zeng sendiri. Ketua CATL, pembuat baterai mobil listrik terbesar di dunia.
Juni lalu ia menilai baterai solid-state di angka 4 dari 9. Angka 9 artinya siap diproduksi untuk mobil. Ia juga menyebut peluang baterai ini terpasang di sejuta mobil sebelum 2030 sangat kecil.
Lalu, akhir September, Beijing justru memasang tanggal.
Tujuh lembaga pemerintah China menerbitkan rencana industri baterai 2026-2030. Salah satu targetnya: penerapan skala besar tahap awal baterai all-solid-state pada 2030. Dokumennya bertanggal 14 September, diumumkan 28 September.
Bos pabrik ragu. Negaranya pasang target. Lalu bagaimana?
Apa sebenarnya solid-state?
Baterai mobil listrik hari ini menyimpan cairan di dalamnya. Namanya elektrolit. Ia jadi jalan bagi ion yang bolak-balik saat baterai dicas dan dipakai. Cairan itu mudah terbakar.Solid-state menggantinya dengan bahan padat. Bayangkan isi galon diganti balok es yang tak pernah mencair. Lebih aman. Lebih banyak energi dalam ruang yang sama.
Itu bukan janji kosong. ProLogium, pabrikan Taiwan, sudah membuat sel dengan kepadatan 381 Wh/kg. Artinya, tiap kilogram baterai menyimpan energi sekitar 30 persen lebih banyak dibanding sel di kebanyakan mobil listrik sekarang.
Masalahnya ada di pabrik.
CATL baru akan memproduksi secara terbatas pada 2027.
BYD juga menargetkan skala kecil di tahun yang sama.
LG Energy Solution malah memperkirakan baterai ini masuk ponsel satu dekade lebih dulu sebelum masuk mobil.
Membuat sel kecil untuk HP relatif mudah. Membuat sel besar untuk ratusan ribu mobil, sulitnya bukan main.
Lalu Indonesia?Tidak ada tanggal atau deadline. Masih jauh. Bahkan, tidak semua pemilik EV pun memahami apa itu baterai Solid State.
Yang ketemu justru pabrik. Pabrik CATIB di Karawang, patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CATL, mulai beroperasi bertahap Agustus lalu. Peletakan batu pertamanya Juni 2025. Kapasitas tahap awalnya 6,9 GWh.
Kalau satu mobil membawa baterai 50 kWh, hitungan kasarnya: cukup untuk sekitar 138 ribu mobil setahun. Kelak naik menjadi 15 GWh.
China Pamer Teknologi Baterai LFP Generasi Terbaru, Produksi Lebih Cepat 7,5 Sel per Menit
Itu kabar baik. Dari lahan kosong ke pabrik yang berproduksi dalam kira-kira 13 bulan. Jarang proyek kita secepat itu.
Tapi isinya baterai generasi sekarang. Elektrolit cair. Dua jenis: NMC yang memakai nikel, dan LFP yang tidak. NMC kebagian sekitar 20 persen kapasitas.
Nah, Indonesia membangun cerita besar hilirisasi di atas nikel. Tapi pasar mobil listrik kita sendiri memilih baterai tanpa nikel.
Dari sekitar 103 ribu mobil listrik yang terjual sepanjang 2025, hanya sekitar 4 persen yang memakai NMC. Kira-kira empat ribu unit. Sisanya bukan. Mayoritas baterai NMC dipakai di model Hyundai, seperti Kona EV dan Ioniq 5.
Pemilik nikel terbesar. Pembeli baterai tanpa nikel.Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif realistis. "Mau tidak mau kita perlu juga produksi LFP," katanya kepada media. Realistis. Pabrik hidup dari pesanan, bukan dari cita-cita.
Ia juga menyebut arah berikutnya. Momentum nikel di generasi baterai berikutnya. IBC, katanya, akan memperkuat kemampuan mengembangkan baterai sodium-ion dan solid-state.
Padahal solid-state bisa jadi tiket pulang bagi nikel. Elektrolit padat hanya mengganti "jalan" ion. Katodanya, kutub tempat energi disimpan, bisa saja tetap berbasis nikel.
Kalau generasi awal solid-state memakai katoda nikel tinggi, permintaan nikel bisa naik lagi. Syaratnya: kita ikut bermain di level bahan dan pabrik, bukan cuma menjual hasil tambang.
Jadi, kapan solid-state sampai di Indonesia?
Jawaban pertama untuk pembeli. Mobil China biasanya mampir ke sini beberapa tahun setelah meluncur di negaranya. Kalau China baru mulai menyebarkan solid-state sekitar 2030, yang pertama datang biasanya adalah model mahal, impor utuh, sekitar tahun itu.
Versi untuk kantong kebanyakan orang rasanya baru setelah 2032. Ini proyeksi, bukan data.BloombergNEF pun memperkirakan solid-state baru mengisi sekitar 10 persen kebutuhan baterai mobil listrik dan penyimpanan energi dunia pada 2035.
Jawaban kedua untuk industri. Kapan dibuat di sini? Belum tahu.
Itu bedanya. China belum yakin bisa, tapi berani menulis tanggal. Tanggal itu memaksa kementerian, pabrik, dan kampus menghadap ke arah yang sama. Rencana lima tahun sebelumnya mengantar China memegang 70 persen produksi mobil listrik dunia.
Standarnya pun sudah mereka siapkan. GB/T 43568-2026, standar baterai all-solid-state yang terbit Juli.
ProLogium, yang sedang membangun pabrik di Prancis, menguji selnya dengan standar China itu.
Sebagai pengguna KRL, kereta tidak menunggu penumpang yang saldonya kosong.
China sudah tap kartu untuk 2030. Indonesia masih berdiri di depan gerbang. Membawa nikel paling banyak. Tapi saldo rencananya masih nol.







