Prabowo Puji Kinerja PT Timah, Dulu Rugi Kini Laba Naik 900 Persen dalam Setahun

Prabowo Puji Kinerja PT Timah, Dulu Rugi Kini Laba Naik 900 Persen dalam Setahun

Terkini | inews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:23
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja PT Timah Tbk yang meningkat signifikan. Dia menyebut, keuntungan perusahaan pelat merah tersebut naik hingga 900 persen dalam setahun setelah sebelumnya kerap mengalami kerugian.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri acara penyerahan hasil penagihan denda administratif di bidang kehutanan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Prabowo mengatakan, Satgas PKH telah menguasai kembali kawasan tambang ilegal seluas sekitar 14.000 hektare. Dia kemudian menyinggung penertiban penyelundupan timah di Pulau Bangka yang menurutnya berdampak terhadap kinerja PT Timah.

“Saudara-saudara juga telah menguasai kembali tambang-tambang ilegal, seluas 14 ribu (hektare). Tapi dari sekian ribu hektare itu ada ratusan tambang yang sudah kita kuasai. Di Pulau Bangka penyelundupan timah sudah kita mitigasi, kita kurangi, masih ada yang lolos, tapi kita sudah tertibkan dengan keras PT Timah yang selama ini rugi, dalam 1 tahun keuntungannya naik 900 persen dalam 1 tahun,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan keterkejutannya saat mengetahui jumlah BUMN mencapai 1.074 perusahaan ketika pertama kali menjabat sebagai presiden. Menurut dia, sebagian besar BUMN tersebut mengalami kerugian.

“Pemahaman saya BUMN itu hanya 300. Waktu saya jadi presiden saya ketemu BUMN itu 1.074. Sebagian besar rugi. Saudara-saudara, saya konsolidasikan BUMN itu dalam satu management. Satu management yaitu Danantara, Dana Kedaulatan Bangsa Indonesia. Singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Daya, energi. Anagata, masa depan. Nusantara, tanah air kita,” tuturnya.

Kepala Negara menjelaskan, Danantara dibentuk sebagai kekuatan untuk mengelola kekayaan dan sumber daya Indonesia demi kepentingan jangka panjang.

“Artinya Danantara ini adalah dana yang merupakan kekuatan energi untuk masa depan bangsa Indonesia. Untuk anak dan cucu kita. Kekayaan kita banyak, sumber alam kita banyak. Kewajiban kita adalah menjaga dan mengelolanya. Dan ini ujung tombaknya adalah Satgas PKH,” ucapnya.

Prabowo juga menegaskan pemerintah ingin melakukan pembenahan terhadap BUMN yang mengalami kerugian agar tidak terus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini hasil kerja keras Satgas PKH. Dan lembaga-lembaga lain juga kerja keras. Saya pantau Bea Cukai telah berhasil menangkap dan membongkar puluhan peristiwa penyelundupan yang nilainya juga triliunan,” kata dia.

Topik Menarik