Silmy Karim Diduga Rutin Beri Uang ke Dosen UB saat Bimbingan S3, Duit Hasil Pemerasan

Silmy Karim Diduga Rutin Beri Uang ke Dosen UB saat Bimbingan S3, Duit Hasil Pemerasan

Terkini | inews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 13:22
share

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap besaran uang yang diduga diberikan secara rutin oleh mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim ke dosen Universitas Brawijaya (UB), Romy Hermawan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut, jumlah yang diberikan bervariasi, di kisaran Rp3 juta.

Pemberian tersebut dilakukan saat proses bimbingan studi promosi doktoral atau S3.

"Untuk nilainya beragam, ya. Ada yang di kisaran Rp3 juta begitu ya, dan beragam angkanya," kata Budi, dikutip Jumat (2/10/2026). 

Selain itu, Silmy disebut memberikan sumbangan kepada salah satu kampus swasta yang berada di Jakarta. Hal ini masih didalami penyidik. 

"Jadi uang-uang yang diduga diterima dari dugaan pemerasan atau pungli yang berkaitan dengan keimigrasian itu, kemudian uang tersebut untuk apa saja penggunaannya, begitu ya. Nah itu yang kemudian jadi salah satu fokus penyidik ya dalam melakukan penelusuran aliran uang," ujarnya. 

Sebelumnya, KPK telah memeriksa Romy Hermawan selaku Dosen Universitas Brawijaya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat eks Wamen Imipas, Silmy Karim pada Selasa (29/9/2026). Romy merupakan dosen Promotor Studi Doktoral Silmy di Universitas Brawijaya. 

"Bahwa diduga pihak tersangka ini memberikan sejumlah uang secara rutin ketika melakukan bimbingan studi di Universitas Brawijaya. Pemberian uang dilakukan kepada saksi yang bersangkutan," kata Budi kepada wartawan, Rabu (30/9/2026). 

Dalam pemeriksaan itu, penyidik mendalami sekaligus terkait aliran uang tersebut. Sebab, diduga uang pemberian itu bersumber dari setoran yang masuk ke Ditjen Imigrasi. 

"Bahwa uang-uang yang diduga diberikan oleh pihak Saudara SK kepada Saudara RM yang dilakukan pemeriksaan, itu adalah uang-uang yang diduga dikumpulkan dari setoran-setoran yang masuk di lingkungan Ditjen Imigrasi," ujarnya.

Topik Menarik