Belasan Batang Kayu Jati Ditemukan di Lahan Kosong Banyuwangi, Asal dan Pemilik Ditelusuri

Belasan Batang Kayu Jati Ditemukan di Lahan Kosong Banyuwangi, Asal dan Pemilik Ditelusuri

Nasional | inews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 07:39
share

BANYUWANGI, iNews.id - Belasan batang kayu jati gelondongan ditemukan menumpuk di lahan kosong Dusun Bangkandel, Desa Sumberasri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kayu tersebut diduga berasal dari kawasan hutan dan tidak dilengkapi dokumen resmi.

Petugas Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan menemukan sebanyak 16 batang kayu jati dengan total kubikasi 1,93 meter kubik. Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan satu unit serkel duduk yang diduga digunakan untuk mengolah kayu hasil tebangan.

Penemuan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mengetahui adanya tumpukan kayu jati tanpa pemilik di pekarangan kosong. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Awalnya kami mendapat informasi adanya tumpukan kayu jati yang tidak bertuan di sebuah pekarangan kosong di Dusun Bangkandel, Desa Sumberasri,” ujar Edy dikutip dari iNews Surabaya.

Komandan Regu (Danru) Polhutmob Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Edy Wibowo membenarkan adanya penemuan tersebut. Dia mengatakan, kayu-kayu yang ditemukan tidak memiliki dokumen yang menerangkan asal-usul maupun legalitas penguasaannya.

Pemeriksaan di lokasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas KBKPH Curahjati, Polhutmob, Kanit Reskrim dan anggota Polsek Purwoharjo, KRPH Curahjati, PLH KRPH Karetan, KRPH Tegalsari, KRPH Kalipait, serta sejumlah staf BKPH Curahjati dan BKPH Blambangan.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 16 batang kayu jati dalam bentuk gelondongan dengan total kubikasi 1,93 meter kubik. Seluruh kayu kemudian diamankan karena tidak disertai dokumen resmi yang dapat menunjukkan asal-usul dan legalitas penguasaannya.

Serkel duduk yang berada tidak jauh dari tumpukan kayu turut diamankan untuk kepentingan pemeriksaan. Peralatan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pengolahan kayu.

Petugas kini masih menelusuri asal kayu dan proses hingga material tersebut berada di lahan kosong. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah kayu tersebut berasal dari kawasan hutan dan mengetahui pihak yang menguasainya.

Edy menyebut hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bahwa kayu jati tersebut berasal dari kawasan hutan BKPH Curahjati. Namun, petugas masih melakukan pendalaman sehingga asal-usul kayu belum dapat dipastikan.

“Kayu jati yang kami temukan tidak dilengkapi dokumen resmi. Untuk sementara, kayu diduga kuat berasal dari kawasan hutan BKPH Curahjati dan masih kami lakukan penelusuran,” ucapnya.

Topik Menarik