Gunung Ili Lewotolok di NTT Erupsi, Kolom Abu Membubung Setinggi 500 Meter
JAKARTA, iNews.id - Gunung Ili Lewotolok kembali erupsi pada Selasa (29/9/2026) siang. Letusan terjadi pukul 10.23 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.
Petugas pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama 60 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok pada hari Selasa, 29 September 2026, pukul 10:23 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 meter di atas puncak," tulisnya dalam laporan dikutip dari Badan Geologi, Selasa (29/9/2026).
Menyusul aktivitas erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat maupun wisatawan untuk mematuhi batas aman di sekitar Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok, termasuk pengunjung dan pendaki, diminta tidak memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Larangan aktivitas juga berlaku hingga radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas yang dapat terjadi di sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.
Selain bahaya langsung dari aktivitas vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok juga diminta mengantisipasi dampak abu vulkanik.
Warga diimbau menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung serta perlengkapan pelindung mata dan kulit. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan lainnya akibat paparan abu vulkanik.








