Kisah Malaikat Menunaikan Salat Jumat, Benarkah Pahalanya Diberikan kepada Umat Nabi SAW?
Kisah para malaikat menunaikan salat Jumat mungkin masih terdengar asing bagi sebagian umat Islam. Kisah tersebut menggambarkan kemuliaan hari Jumat sekaligus besarnya keutamaan salat Jumat bagi umat Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam.
Dalam tradisi keilmuan Islam, terdapat kisah yang menyebutkan bahwa para malaikat juga melaksanakan salat Jumat. Kisah ini dinukil dalam kitab Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-'Ushfury.
Dikisahkan, ketika hari Jumat tiba, para malaikat berkumpul untuk menunaikan salat Jumat. Malaikat Jibril ASdisebut mengumandangkan azan, kemudian Malaikat Israfil AS menyampaikan khutbah, sedangkan Malaikat Mikail AS menjadi imam salat.
Namun, kisah tersebut perlu ditempatkan secara proporsional. Riwayat mengenai tata cara para malaikat melaksanakan salat Jumat sebagaimana dikisahkan dalam Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah tidak dapat disamakan dengan hadis sahih yang menjadi landasan hukum ibadah.
Malaikat Mencatat Orang yang Datang Salat Jumat
Adapun keutamaan salat Jumat yang berkaitan dengan para malaikat memiliki landasan hadis yang lebih kuat.Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa para malaikat berdiri di pintu-pintu masjid pada hari Jumat dan mencatat orang-orang yang datang berdasarkan urutan kedatangannya.Baca juga:Mengapa Salat Jumat Disyariatkan Islam dan Adakah Dalilnya dalam Al Quran?
Orang yang datang lebih awal mendapatkan keutamaan yang lebih besar. Dalam hadis tersebut, orang yang datang paling awal diibaratkan seperti bersedekah seekor unta, kemudian sapi, kambing bertanduk, ayam, hingga sebutir telur.
Ketika imam telah keluar untuk menyampaikan khutbah, para malaikat menutup catatan mereka dan ikut mendengarkan khutbah.
Riwayat ini menunjukkan betapa besar perhatian terhadap pelaksanaan salat Jumat. Datang lebih awal, mendengarkan khutbah dengan baik, dan meninggalkan aktivitas yang melalaikan menjadi bagian dari adab yang sangat dianjurkan.
Kisah Para Malaikat dan Kakbah
Dalam Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah, juga terdapat kisah mengenai para malaikat yang berkaitan dengan pembangunan Kakbah dan Baitul Makmur.Kisah tersebut diawali ketika Allah SWT menyampaikan kepada para malaikat tentang rencana menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.
Allah SWT berfirman:وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.' Mereka berkata, 'Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?' Dia berfirman, 'Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'" (QS Al-Baqarah: 30).
Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa para malaikat kemudian diperintahkan membangun sebuah rumah di bumi. Kisah itu menghubungkan pembangunan Ka'bah dengan ibadah dan pengampunan Allah SWT.
Namun, detail mengenai para malaikat mengelilingi Arsy tujuh kali, pembangunan Ka'bah, pengangkatan Ka'bah ke langit, serta penciptaan Baitul Makmur sebagaimana terdapat dalam kisah tersebut merupakan bagian dari riwayat yang dinukil dalam kitab Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah. Detail-detail itu tidak disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 30.
Kisah Salat Jumat Para Malaikat
Dalam kisah yang dinukil Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-'Ushfury, ketika hari Jumat tiba, Malaikat Jibril AS dikisahkan naik ke sebuah menara dan mengumandangkan azan.Setelah itu, Malaikat Israfil AS naik ke mimbar dan menyampaikan khutbah. Seusai khutbah, Malaikat Mikail AS mengimami para malaikat dalam salat Jumat.Setelah salat selesai, masing-masing malaikat dikisahkan menyerahkan pahala amalnya kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Jibril AS disebut memberikan pahala azan kepada orang-orang yang mengumandangkan azan di bumi. Israfil AS memberikan pahala khutbah kepada para khatib, sedangkan Mikail AS memberikan pahala menjadi imam kepada para imam salat Jumat.
Para malaikat yang mengikuti salat berjamaah juga dikisahkan memberikan pahala mereka kepada orang-orang yang melaksanakan salat Jumat secara berjamaah.
Kemudian, dalam kisah tersebut, Allah SWT menyatakan bahwa Dia mengampuni orang-orang yang menghadiri salat Jumat.
Kisah ini menggambarkan betapa agungnya kedudukan hari Jumat dan betapa besar penghormatan terhadap ibadah yang dilaksanakan pada hari tersebut.
Keutamaan Salat Jumat bagi Umat Islam
Terlepas dari kisah tentang salat Jumat para malaikat, umat Islam memiliki sejumlah dalil sahih mengenai keutamaan hari Jumat.Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Jumat memiliki satu waktu yang apabila seorang Muslim berdoa kepada Allah SWT dan bertepatan dengan waktu tersebut, doanya akan dikabulkan.Selain itu, orang yang datang lebih awal ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat mendapatkan keutamaan yang besar. Karena itu, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri sejak sebelum berangkat ke masjid, antara lain dengan mandi Jumat, membersihkan diri, mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, serta datang lebih awal.
Dengan demikian, kisah para malaikat menunaikan salat Jumat dapat dipahami sebagai kisah yang menggambarkan keutamaan dan kemuliaan hari Jumat sebagaimana dinukil dalam Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah. Sementara untuk menetapkan hukum dan keutamaan ibadah, umat Islam tetap perlu merujuk kepada Al-Qur'an dan hadis-hadis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber:Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah, karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-'Ushfury.
Baca juga:Peristiwa Rabiul Awal : Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW di Madinah, Begini Sejarah dan Kisahnya









