Profil Gracia Caroline, Calon Istri Jerome Polin yang Punya Segudang Prestasi!
JAKARTA, iNews.id - Nama Gracia Caroline Ignatius tengah menjadi perhatian setelah dilamar YouTuber sekaligus kreator konten Jerome Polin di Jepang. Momen romantis tersebut dibagikan Jerome melalui Instagram pada Minggu (27/9/2026), dengan latar Gunung Fuji.
Lamaran itu terasa semakin istimewa karena Jepang menjadi tempat pertama Jerome dan Gracia bertemu sekitar sembilan tahun lalu. Keduanya saat itu masih berstatus sebagai kakak dan adik kelas.
Namun, jauh sebelum dikenal sebagai calon istri Jerome Polin, Gracia Caroline ternyata memiliki perjalanan pendidikan dan karier yang cukup panjang. Dia merupakan sosok yang menekuni dunia arsitektur, desain, hingga urban design.
Lantas, siapa sebenarnya Gracia Caroline?
Profil Gracia Caroline
Gracia Caroline dikenal sebagai arsitek dan graphic designer. Dalam profil profesionalnya, dia juga memperkenalkan diri sebagai creative director.
Sinopsis 'Ternyata Ini Cinta' Eps 20: Rifky Temukan Petunjuk Misterius, Van Kuning Jadi Sorotan
Gracia menempuh pendidikan sarjana arsitektur di Yokohama National University, Jepang, pada 2019-2023. Perjalanan pendidikannya di Jepang tersebut ditempuh melalui program beasiswa Mitsui-Bussan Scholarship.
Nama Gracia tercatat dalam laman resmi Mitsui & Co. sebagai salah satu penerima beasiswa tersebut. Dia bahkan menjadi salah satu dari dua penerima yang merayakan kelulusan dalam acara 30 tahun Mitsui-Bussan Scholarship Program for Indonesia pada 2022.
Program tersebut memberikan dukungan pendidikan selama 5,5 tahun, termasuk pendidikan bahasa Jepang dan kuliah di Jepang.
Selama berada di Jepang, Gracia juga diketahui menguasai bahasa Jepang. Dalam profil profesionalnya, dia mencantumkan sertifikasi Japanese Language Proficiency Test (JLPT) N1 yang diterbitkan pada Desember 2018.
Punya Prestasi Sejak Duduk di Bangku Sekolah
Prestasi Gracia ternyata sudah terlihat sejak masih remaja.
Namanya tercatat dalam laman SMPK 2 Penabur Jakarta sebagai juara pertama lomba melukis tingkat Kecamatan Gambir. Kompetisi tersebut digelar SMPN 5 Jakarta Pusat pada 2012 dengan tema “Maju Negeriku, Indah Budayaku”.
Tidak hanya memiliki kemampuan di bidang seni, Gracia juga tercatat sebagai salah satu siswa dengan prestasi akademik menonjol.
Sebuah penelitian akademik mengenai pelaksanaan Ujian Nasional di SMPK 2 Penabur Jakarta mencantumkan nama Gracia Caroline Ignatius dalam daftar 15 besar siswa dengan nilai UN tertinggi pada 2014. Nilai akhirnya disebut mencapai 39,20.
Jejak tersebut memperlihatkan bahwa ketertarikan Gracia terhadap dunia kreatif dan akademik sudah terlihat sejak usia sekolah.
Dirikan Studio Kreatif HenShu
Setelah menyelesaikan pendidikan di Jepang, Gracia tidak hanya berkarier di bidang arsitektur. Dia juga mengembangkan bisnis di industri kreatif.
Gracia tercatat sebagai co-founder sekaligus creative director HenShu Studio. Studio kreatif tersebut didirikan pada 2019 bersama Carmelia Veanne.
HenShu awalnya bergerak di bidang photo editing, sebelum berkembang mengerjakan berbagai kebutuhan kreatif, mulai dari branding, graphic design, packaging design, media sosial hingga motion graphic dan visual 3D.
Sebagai creative director, Gracia terlibat dalam pengembangan identitas visual dan strategi branding sejumlah proyek. Portofolionya juga menunjukkan keterlibatannya dalam berbagai proyek desain.
Lanjut S2 di Columbia University
Perjalanan akademik Gracia tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan arsitektur di Jepang.
Pada 2025, dia melanjutkan pendidikan ke Columbia University, Amerika Serikat, untuk mengambil program Master of Science in Architecture and Urban Design.
Gracia tercatat terlibat dalam sejumlah proyek mahasiswa di Columbia University's Graduate School of Architecture, Planning and Preservation (GSAPP).
Salah satunya adalah proyek “Moving Riverward” yang mengangkat persoalan kawasan Metedeconk River di New Jersey. Proyek tersebut membahas hubungan antara ekologi, ruang publik, konektivitas, infrastruktur, perumahan dan risiko banjir.
Gracia juga terlibat dalam proyek “Talent in Crossing” yang mengangkat persoalan Los Laureles Canyon di Tijuana, Meksiko.
Gracia akhirnya menyelesaikan pendidikan S2 tersebut pada 2026. Jerome bahkan hadir dalam momen wisudanya di New York.
Saat itu, Jerome mengungkap rasa bangganya kepada Gracia melalui media sosial.
Kisah-kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW, Isyarat Ajal dan Tegaskan Kepemimpinan Usamah
“Dulu adik kelasku di Jepang (beasiswanya sama, angkatan 1 tahun di bawah), sekarang lulus S2 di Columbia University. Banggaaaaaa!! Super proud of you, as always,” tulis Jerome.









