Hanum Mega Buka Suara usai Dicap Tone Deaf gegara Birthday Party di GBK

Hanum Mega Buka Suara usai Dicap Tone Deaf gegara Birthday Party di GBK

Gaya Hidup | inews | Rabu, 23 September 2026 - 03:03
share

JAKARTA, iNews.id - Influencer Hanum Mega buka suara setelah pesta ulang tahunnya di area Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (20/9/2026), dikritik netizen dan dicap tidak peka dengan kondisi ekonomi saat ini atau 'tone deaf'.

Hanum menanggapi kritik tersebut dengan menyoroti keterlibatan puluhan vendor dalam acara ulang tahunnya. Dia menyebut lebih dari 50 vendor ikut bekerja dalam pesta tersebut dan menurutnya turut mendapatkan manfaat dari acara yang digelar.

"Gw bikin acara gini lebih dari 50 vendor ikut serta di acara yang gw buat," balas Hanum Mega terhadap kritik yang ditujukan kepadanya, dikutip Selasa (22/9/2026).

"Gak usah dijelasin deh apa yang mereka dapat, otak lu gak akan nyampe buat mencerna. Gak usah ngumpet di balik kata in this economy," lanjutnya.

Hanum kemudian membagikan daftar vendor yang terlibat dalam perayaan ulang tahunnya. Keterlibatan puluhan vendor tersebut menjadi alasan Hanum melihat pestanya bukan semata-mata sebagai perayaan pribadi, tetapi juga kegiatan yang melibatkan banyak pekerja dan pelaku usaha.

Pernyataan itu disampaikan Hanum setelah pesta ulang tahunnya menjadi sorotan di media sosial. Kemewahan dan kemeriahan acara di GBK membuat sebagian netizen mempertanyakan keputusan Hanum menggelar pesta besar di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang sulit.

Kritik tersebut salah satunya disampaikan akun Threads @keyoo__notes. Akun tersebut mempertanyakan mengapa Hanum tidak membatalkan pesta ulang tahunnya dan menyebut perayaan tersebut “tone deaf”.

"Hanum Mega kenapa gak di-cancel? Tone deaf banget gak tuh in this economy?!" tulis akun tersebut.

Unggahan itu kemudian mendapat respons langsung dari Hanum Mega. Dia menilai istilah “in this economy” tidak seharusnya digunakan untuk mengabaikan keberadaan pihak-pihak yang mendapatkan pekerjaan dari acara tersebut.

Melalui daftar vendor yang dibagikannya, Hanum menunjukkan sejumlah pihak yang diajak bekerja sama untuk menyukseskan pesta ulang tahunnya.

Di sisi lain, kritik terhadap pesta tersebut tetap muncul karena sebagian netizen melihat besarnya perayaan dari sisi kondisi ekonomi masyarakat secara umum. Istilah 'tone deaf' digunakan untuk menggambarkan anggapan bahwa pesta tersebut kurang sesuai dengan situasi ekonomi yang sedang dihadapi sebagian masyarakat.

Sementara itu, utas yang memuat kritik terhadap Hanum Mega tersebut kini tampak telah dihapus setelah sebelumnya mendapat respons langsung dari Hanum.

Topik Menarik