Jazz Lintas Generasi Bertemu di TPJF 2026 Bandung, Ada Barry Likumahuwa hingga Mahalini
JAKARTA, iNews.id - The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 kembali membawa semangat regenerasi dan eksplorasi musik jazz di Bandung. Digelar pada 3–4 Oktober 2026 di The Papandayan Hotel Bandung, festival tahun ini mempertemukan musisi lintas generasi dalam lebih dari 50 program.
Mengusung tema “Sound to the Soul”, TPJF 2026 tidak hanya menyuguhkan pertunjukan jazz, tetapi juga membuka ruang bagi pertemuan berbagai karakter musik. Sekitar 70 persen program festival tetap berada dalam spektrum jazz dan turunannya, sementara sisanya memberikan ruang bagi eksplorasi lintas genre.
Salah satu kolaborasi yang menarik perhatian adalah penampilan Barry Likumahuwa bersama pemenang The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya TPJF mendorong regenerasi sekaligus mempertemukan musisi yang telah berpengalaman dengan talenta jazz generasi baru.
“Menjaga identitas jazz dan memperluas audiens jazz merupakan dua hal yang selaras,” ujar Kurator TP Jazz Management Harry Pochang dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Viral! Anak Bongkar Perselingkuhan Ibunya yang Sudah Terjalin 9 Tahun, Endingnya Bikin Nyesek
Semangat lintas generasi juga terlihat dalam Tribute to Koes Plus yang menghadirkan The Gentlemen’s Club bersama Adikara, Bilal Indrajaya, dan Teza Sumendra.
Sementara itu, Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Dirly Dave, dan Bandung Jazz Orchestra akan tampil dalam A Night of Frank Sinatra. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu program yang membawa karya dan warisan musik Frank Sinatra ke panggung TPJF 2026.
Eksplorasi musik semakin luas lewat Freedom Jazz Society. Program ini mempertemukan kultur Disc Jockey dengan improvisasi jazz melalui penampilan Rinni, Greybox, Jevin Julian, Kenny Gabriel, dan Winky Wiryawan.
Kurator TP Jazz Management Venche Manuhutu mengatakan, jazz tetap menjadi identitas utama festival, tetapi TPJF juga ingin memberikan ruang bagi perkembangan musik yang lebih luas.
“Sisanya membuka ruang bagi eksplorasi musik lintas genre yang berkembang saat ini,” katanya.
Tak hanya nama-nama dari skena jazz, TPJF 2026 juga menghadirkan sejumlah musisi populer dari berbagai generasi dan genre. Ada Mahalini, Ruth Sahanaya, Diskoria feat. Andien, SimakDialog, Rafi Sudirman, T-Five x Melly Mono, hingga Andre Dinuth Group feat. Matthew Sayersz.
Bimbo Raih TPJF Lifetime Achievement Award
Selain pertunjukan musik, TPJF 2026 juga akan memberikan TPJF Lifetime Achievement Award kepada Bimbo. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan grup musik asal Bandung itu yang telah berkarya selama lebih dari lima dekade.
Kehadiran Bimbo juga memperkuat benang merah TPJF 2026 dalam mempertemukan berbagai generasi musik. Festival ini tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga wadah untuk merayakan perjalanan musik sekaligus memperkenalkan talenta baru kepada audiens yang lebih luas.
Di luar panggung musik, TPJF menghadirkan Mojang Jajaka Stage melalui kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Ada pula Pasar Jazz yang menyediakan ruang bagi komunitas, kuliner, fashion, hingga produk kreatif.
TPJF 2026 akan berlangsung di enam area dengan karakter berbeda, yakni Kota Baru Parahyangan Stage sebagai panggung utama, BRI Stage, RON88 Stage, TP Stage, Mojang Jajaka Stage, dan Pasar Jazz.
The Papandayan Bandung telah mengembangkan program TP Jazz sejak 2013 melalui berbagai kegiatan, mulai dari TP Jazz Weekend, TP Jazz Universe, TPJC, Jazz Master Class, Pasar Jazz hingga Podcast Resonance.
Konsistensi tersebut turut mengantarkan The Papandayan meraih Rekor Muri sebagai hotel pertama di Indonesia dengan festival jazz berkesinambungan.
Bagi pencinta musik yang ingin menyaksikan langsung gelaran tersebut, tiket TPJF 2026 tersedia dalam tiga kategori, yakni Silver Pass Rp250.000, Gold Pass Rp400.000, dan Platinum Pass Rp750.000.
Panitia juga menyediakan sejumlah penawaran, termasuk promo kartu Bank BRI, promo grup, serta paket Stay & Fest.









