Influenza A Naik 51, Kemenkes Minta Masyarakat Tak Perlu Panik

Influenza A Naik 51, Kemenkes Minta Masyarakat Tak Perlu Panik

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 22 September 2026 - 19:40
share

Kasus influenza di Indonesia menunjukkan peningkatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat proporsi spesimen positif influenza mencapai 51 persen pada Minggu ke-36 2026, naik dari 37 persen pada pekan sebelumnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Kemenkes kepada iNews Media Group pada Selasa (20/9/2026), peningkatan tersebut tercatat pada Minggu ke-36 tahun 2026. Pada periode tersebut, proporsi spesimen positif influenza mencapai 51 persen, dibandingkan 37 persen pada Minggu ke-35.

Dari temuan tersebut, influenza subtype A (H1N1pdm09) menjadi jenis yang paling dominan ditemukan.

Sejumlah wilayah juga mencatat kasus influenza, dengan Jawa Timur menjadi daerah dengan temuan terbanyak. Setelah itu, kasus ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kelompok balita menjadi kelompok usia yang paling banyak terdampak, dengan proporsi mencapai 41,9 persen.Baca Juga : Kasus Influenza A Merebak, Pakar UGM Bagikan 6 Langkah Cegah Penularan

Meski demikian, Kemenkes belum mengungkapkan secara rinci persentase kasus di masing-masing dari tiga provinsi tersebut. Kemenkes menyebut peningkatan yang terjadi masih berada dalam kategori rendah dan mengikuti pola yang normal.

Menanggapi peningkatan tersebut, Kemenkes telah melakukan sejumlah langkah preventif dan meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satunya dengan memperkuat surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

Surveilans tersebut dilakukan untuk memantau tren kasus, karakteristik virus, hingga tingkat keparahan penyakit.

Selain itu, deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium menggunakan metode RT-PCR dan sequencing terus ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau sekaligus mendeteksi kemungkinan perubahan pada virus influenza.Baca Juga : Pakar Jelaskan Cara Virus Influenza A Masuk dan Menginfeksi Tubuh

Kemenkes juga terus memperkuat kesiapan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Skrining, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta pelaporan kasus turut diperkuat untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Kewaspadaan juga ditingkatkan melalui pemantauan pelaku perjalanan di pintu masuk negara. Di saat yang sama, pemerintah memperkuat komunikasi risiko serta edukasi mengenai langkah pencegahan, terutama bagi kelompok rentan.

Meski mencatat adanya peningkatan proporsi spesimen positif influenza, Kemenkes mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi pemerintah.

Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko penularan influenza. Langkah tersebut antara lain mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, mencukupi waktu istirahat, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala influenza, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan. Selain itu, kurangi kontak dekat dengan orang lain untuk membantu mencegah penularan.

Pada umumnya, influenza bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila gejala semakin berat atau memburuk, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Topik Menarik