Rocky Gerung Dorong Perubahan Radikal di Pemerintahan Prabowo, Ini Alasannya

Rocky Gerung Dorong Perubahan Radikal di Pemerintahan Prabowo, Ini Alasannya

Terkini | inews | Selasa, 22 September 2026 - 20:35
share

JAKARTA, iNews.id - Akademisi Rocky Gerung mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan besar dalam pemerintahannya. Dia menyebut, perubahan itu sebagai radical break, yakni memutus konstruksi kebijakan yang selama ini dinilai terlalu teknokratis.

Rocky mengatakan, dorongan tersebut berkaitan dengan cara pemerintah memahami dan menerjemahkan konstitusi ke dalam kebijakan. Menurutnya, kebijakan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi teknis pelaksanaannya.

"Kalau saya kasih kritik MBG, koperasi dan segala macam, prinsipnya adalah saya ingin Prabowo menghasilkan kebijakan yang basisnya adalah genealogi dari konstitusi. Dia enggak mampu, kalau enggak mampu, dorong dia," ujar Rocky dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Rocky Vs Everybody, Bicara Program Prioritas' yang disiarkan di iNews, Selasa (22/9/2026).

Dia menambahkan, radical break yang dimaksud bukan sekadar melakukan perubahan terhadap program atau mengganti pendekatan teknis. Rocky ingin pemerintah mengubah konstruksi kebijakan dengan kembali melihat landasan ideologis yang menurutnya terkandung dalam konstitusi.

"Radical break artinya saya ingin mem-break secara radikal konstruksi teknokratiknya karena tidak sosialistis. Kalau Anda bikin radical break, Anda hadang dari depan dengan cara pasang garis ideologi," tuturnya.

Rocky menilai, asal-usul pemikiran yang membentuk konstitusi menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah. Dia menyebut, hal tersebut sebagai genealogi konstitusi.

"Konstitusi kita imperatifnya adalah perubahan ideologi dunia. Karena itu, mereka yang pernah belajar di Eropa tahu bahwa sosialisme itu adalah the only game in town at the death moment," ucapnya.

Menurutnya, memahami genealogi tersebut penting agar pemerintah tidak hanya berhenti pada pendekatan teknokratis ketika menyusun kebijakan. Dia menyebut persoalan itu sebagai bagian dari paradigma yang selama ini menjadi dasar kritiknya terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

"Jadi, genealogi itu penting. Tadi saya kritik bukan teknokratiknya, tetapi asal-usul dari konstitusi ideologis, itu yang saya sebut paradigma," tuturnya.

Rocky kemudian menjelaskan posisinya ketika menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo. Dia membantah pandangannya sebagai bentuk dukungan politik terhadap Presiden Prabowo.

"Dianggap saya membela Prabowo, saya membela pengertian konstitusi yang belum sempurna dimengerti kabinet," ucap Rocky.

Dia bahkan secara terbuka menggambarkan adanya perbedaan pandangan ideologis antara dirinya dan pemerintah. 

"Saya ada di pihak sosialis, kabinetnya ada di pihak kapitalis," kata dia.

Rocky menilai perbedaan tersebut justru menjadi alasan perlunya perubahan mendasar dalam arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, pemerintah perlu didorong agar kebijakan yang dihasilkan tidak berhenti pada kalkulasi teknokratis, tetapi juga mempertimbangkan landasan ideologis konstitusi.

Topik Menarik