Kemarau Panjang, BPBD Jaksel Salurkan 44.000 Liter Air ke 195 KK Terdampak Kekeringan
JAKARTA, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Jakarta Selatan menyalurkan sebanyak 44.000 liter air bersih kepada warga akibat kemarau berkepanjangan. Tercatat, 195 Kepala Keluarga (KK) di enam kelurahan dan 23 RT terdampak kekeringan.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Sukendar mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
"Pemerintah Kota Jakarta Selatan berkoordinasi dengan pengurus lingkungan sudah melakukan pendataan warga terdampak kekeringan dalam beberapa waktu terakhir," ujarnya, Sabtu (19/9/2026).
Sukendar menjelaskan, setelah menerima data warga terdampak, BPBD Jakarta Selatan langsung berkoordinasi dan berkolaborasi dengan PAM Jaya untuk menyediakan serta mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi yang membutuhkan bantuan.
Menurutnya, dalam kurun waktu kurang dari sepekan, sebanyak 44.000 liter air bersih telah disalurkan kepada 195 Kepala Keluarga (KK) di enam kelurahan dan 23 RT yang terdampak kekeringan.
"Hingga saat ini, warga terdampak terbanyak berada di wilayah Jagakarsa dengan total 105 KK yang mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau," terangnya.
Sukendar memastikan BPBD Jakarta Selatan akan terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan pengurus lingkungan untuk memantau kebutuhan warga. Penyaluran air bersih akan kembali dilakukan apabila masih terdapat masyarakat yang membutuhkan.
"Kami tegaskan bahwa kami siap apabila ada warga yang membutuhkan air bersih. Petugas BPBD juga siaga melayani masyarakat selama 24 jam," ungkapnya.
Menghadapi puncak musim kemarau, Sukendar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah krisis air bersih.
Masyarakat diminta menghemat penggunaan air bersih serta memastikan sumur bor tetap berfungsi, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan PAM Jaya.
"Kami mengajak seluruh warga untuk menghadapi musim kemarau ini dengan semangat gotong royong dan kesadaran tinggi demi menjaga ketersediaan air bersama," tandasnya.









